PALU, BULLETIN – Seremonial Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 resmi digelar di Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu (12/8/2026), sebagai upaya nyata mendorong komoditas durian unggulan daerah menembus pasar global. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P., turut menghadiri acara ini di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 10–13 Agustus 2026, ini diinisiasi oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah. Acara ini bertujuan memperkuat ekosistem durian di wilayah tersebut dan memberikan apresiasi kepada para petani, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan yang berkomitmen pada sistem jaminan mutu melalui Good Agricultural Practices (GAP).
Penerapan GAP menjadi fondasi krusial dalam menghasilkan durian berkualitas yang memenuhi standar ekspor internasional. Dengan demikian, kualitas durian Sulawesi Tengah dapat bersaing di pasar global.
Selama pelaksanaan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026, beragam agenda disuguhkan untuk memperkuat ekosistem durian daerah. Salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) tentang “Integrasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan dalam Pengelolaan Durian Sulawesi Tengah.”
Selain itu, diadakan temu bisnis bertajuk “Membangun Ekosistem Durian Sulawesi Tengah dalam Menghadapi Pasar Global” serta coaching clinic mengenai peran pupuk dan pengendalian hama penyakit. Semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen durian.
Pelayanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian juga tersedia, menawarkan konsultasi dan pendampingan terpadu. Layanan ini melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pangan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran Dashboard Potensi Komoditas Pertanian/Hortikultura Sulawesi Tengah sebagai media informasi digital. Tersedia pula Pasar Tani yang menampilkan produk unggulan petani dan UMKM lokal, memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gubernur Sulawesi Tengah, dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyatakan cita-cita besar untuk menjadikan daerah ini sebagai “raja durian dunia.” Menurutnya, potensi durian Sulawesi Tengah sangat besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan di pasar internasional. Harapan besar pada Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026.
“Cita-cita kita, Sulawesi Tengah menjadi raja durian dunia,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Gubernur juga menyoroti peluncuran Durian Vulcano Indonesia sebagai identitas dan upaya memperkuat branding durian asal Sulawesi Tengah. Beliau menegaskan bahwa perjuangan Sulawesi Tengah menembus pasar ekspor bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung sejak lama.
“Berbicara ekspor merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan begitu lama. Perjuangan Sulawesi Tengah melakukan ekspor sudah berlangsung lama, sejak sebelum saya menjadi gubernur,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.
Ekspor perdana durian Sulawesi Tengah telah dilakukan pada 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan adalah kunci keberlanjutan ekspor durian. Ini menjadi fokus utama dalam Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026.
“Ekspor perdana kita lakukan 2025 kemarin, dan ekspor itu terus berjalan sampai hari ini. Persyaratan negara tujuan menjadi penting, sehingga standar negara tujuan menjadi standar kita di sini. Itu menjadi hal sangat penting dari seluruh kegiatan ekspor durian,” jelas Gubernur Anwar Hafid.
Pengembangan durian Sulawesi Tengah tidak hanya mengandalkan produksi, tetapi juga peningkatan kualitas, keamanan pangan, konsistensi produksi, dan pemenuhan standar pasar internasional. Melalui Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026, diharapkan kolaborasi dari hulu hingga hilir semakin kuat, melibatkan petani, pelaku usaha, pemerintah, lembaga karantina, hingga sektor perdagangan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pertanian, kunjungi situs resmi Kementerian Pertanian.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjadikan durian Sulawesi Tengah sebagai komoditas unggulan Indonesia yang berdaya saing global. Dengan potensi yang dimiliki, Sulawesi Tengah optimis dapat menjadi sentra durian dunia, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Masyarakat diundang untuk memanfaatkan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 ini dengan mengunjungi Pasar Tani dan mendukung produk lokal.






