JAKARTA, BULLETIN – Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fakta unik seputar Gerhana Matahari Total 2026 yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Fenomena langka ini akan melintasi lima negara dan menjadi gerhana Matahari total pertama di daratan Eropa sejak tahun 1999.
BMKG mencatat fase bulan baru yang menjadi pemicu gerhana akan terjadi pada 17.36.34 UTC. Durasi totalitas Gerhana Matahari Total 2026 diperkirakan mencapai 2 menit 18 detik, memberikan kesempatan langka bagi pengamat di jalur totalitas.
Jalur totalitas Gerhana Matahari Total 2026 akan melewati Rusia bagian utara, Greenland, Islandia, Spanyol, serta sebagian kecil Portugal. Ini berarti wilayah-wilayah tersebut akan mengalami kegelapan total di siang hari.
Bagi daratan Eropa, kejadian ini memiliki makna khusus. Pasalnya, ini adalah kali pertama gerhana Matahari total terlihat di benua tersebut setelah 27 tahun, tepatnya sejak tahun 1999.
Durasi totalitas maksimum gerhana ini diperkirakan 138 detik atau 2 menit 18 detik. Angka ini relatif singkat dibandingkan potensi totalitas gerhana yang bisa berlangsung hingga 7,5 menit.
Sayangnya, Indonesia tidak berada dalam jalur totalitas Gerhana Matahari Total 2026. Data pengamatan menunjukkan bahwa fenomena ini tidak akan terlihat sebagai gerhana total dari wilayah Indonesia.
Meskipun demikian, bayangan penumbra gerhana akan melintasi wilayah yang sangat luas. Ini mencakup sebagian besar Eropa, Amerika Utara, Samudra Atlantik, serta sebagian Afrika dan Asia utara. Akibatnya, gerhana sebagian dapat diamati dari area yang jauh lebih luas.
Jalur gerhana total akan dimulai dari kawasan Arktik, tepatnya di utara Rusia. Setelah itu, pergerakannya akan berlanjut melewati Greenland dan Islandia, sebelum akhirnya mencapai Spanyol dan Portugal.
Salah satu momen paling menarik saat totalitas adalah kemampuan untuk melihat korona Matahari tanpa filter. Namun, National Solar Observatory (NSO) mengingatkan, perlindungan mata menggunakan kacamata gerhana yang sesuai tetap wajib sebelum dan sesudah fase totalitas.
Gerhana Matahari Total 2026 terjadi ketika Bulan berada persis di antara Bumi dan Matahari. Pada momen tersebut, piringan Bulan tampak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari jika dilihat dari lokasi di jalur totalitas.
Masyarakat Indonesia harus menunggu kesempatan lain untuk dapat menyaksikan gerhana Matahari total secara langsung. Tidak adanya jalur totalitas yang melintasi Indonesia menjadikan Gerhana Matahari Total 2026 ini hanya bisa dinikmati secara tidak langsung atau melalui siaran.






