Jarang Dipeluk Tingkatkan Risiko Stres dan Gangguan Mental, Mengapa Demikian?

  • Whatsapp
jarang dipeluk
ILUSTRASI

JAKARTA, BULLETIN – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa individu yang jarang dipeluk cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stres, mudah marah, dan bahkan gangguan kesehatan mental. Kekurangan sentuhan fisik seperti pelukan dapat berdampak signifikan pada kondisi emosional dan psikologis seseorang, menjadikannya rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.

Studi ini menyoroti pentingnya kontak fisik dalam menjaga kesejahteraan mental. Orang yang jarang dipeluk mungkin merasa kurang didukung secara emosional, yang bisa memicu peningkatan kadar hormon kortisol, hormon pemicu stres, dalam tubuh. Pelukan, di sisi lain, dikenal dapat melepaskan oksitosin, hormon yang menciptakan perasaan nyaman dan mengurangi stres.

Dampak dari kondisi jarang dipeluk tidak hanya terbatas pada perasaan mudah marah atau tingkat stres yang tinggi. Kekurangan sentuhan afektif juga bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dan berinteraksi sosial. Ini bisa menjadi lingkaran setan di mana kurangnya dukungan sosial dan sentuhan fisik memperburuk kondisi kesehatan mental.

Para ahli kesehatan mental merekomendasikan pentingnya sentuhan fisik yang positif sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Baik itu pelukan dari keluarga, teman, atau pasangan, interaksi fisik ini dapat berfungsi sebagai penyeimbang emosional yang penting. Terutama bagi mereka yang merasa jarang dipeluk, mencari cara untuk membangun koneksi yang lebih erat dapat sangat membantu.

“Kurangnya sentuhan fisik, terutama pelukan, bisa sangat memengaruhi stabilitas emosional seseorang. Ini bukan hanya tentang afeksi, tetapi juga tentang mekanisme biologis yang membantu kita mengatasi stres dan membangun resiliensi,” kata Dr. Sarah Johnson, seorang psikolog klinis dari American Psychological Association.

Untuk individu yang merasa jarang dipeluk atau mengalami kesulitan dalam menjalin kontak fisik yang positif, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Bergabung dengan kelompok dukungan, mencari terapi, atau bahkan memelihara hewan peliharaan dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan manfaat dari sentuhan fisik. Penting untuk mengakui bahwa kebutuhan akan kontak fisik adalah bagian integral dari kesehatan manusia secara keseluruhan.

Berita Pilihan :  Rebahan Tak Selalu Malas, Ini 7 Alasan Tubuh Meminta Istirahat

Pos terkait