JAKARTA, BULLETIN – Pemerintah telah membuka resmi Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 mulai Selasa, 18 Agustus 2026. Sebanyak 4.770 formasi telah disiapkan bagi para calon peserta didik yang akan berpeluang menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah lulus, sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan bahwa Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 akan berlangsung selama 13 hari, yakni dari 18 hingga 30 Agustus 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) BKN. Calon peserta diimbau untuk segera mempersiapkan diri mengikuti Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 ini.
Kuota 4.770 formasi untuk Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 ini tersebar di sembilan kementerian dan lembaga yang menyelenggarakan sekolah kedinasan. Jumlah formasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyediakan 3.257 formasi, memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda yang tertarik dengan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026.
Sembilan instansi pemerintah yang membuka penerimaan peserta didik melalui Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 antara lain Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 1.410 formasi, sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan 891 formasi, PKN STAN Kementerian Keuangan 1.000 formasi, Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN) 50 formasi, Politeknik Statistika STIS (BPS) 564 formasi, Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum) 250 formasi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375 formasi, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 130 formasi, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN) 100 formasi.
Rangkaian seleksi untuk Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 ditetapkan oleh BKN secara bertahap. Pengumuman seleksi telah dilakukan pada 15–24 Agustus 2026, mendahului periode Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026.
Setelah periode Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, seleksi administrasi akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 1 September 2026. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026. Peserta yang tidak puas dengan hasil seleksi administrasi dapat mengajukan sanggah pada 4–5 September, dengan jawaban sanggah diberikan pada 4–6 September. Hasil pascasanggah akan diumumkan pada 7–8 September 2026.
Setelah semua tahapan administrasi selesai, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). SKD ini akan dilaksanakan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN dan dijadwalkan berlangsung pada 22 September hingga 7 Oktober 2026. Peserta yang berhasil lolos SKD akan mengikuti seleksi lanjutan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah kedinasan.
“Jadwal resmi menjadi pedoman penting bagi calon peserta. Ketepatan mengikuti setiap tahapan menjadi hal penting karena proses seleksi sekolah kedinasan berlangsung secara bertahap,” kata Zudan Arif Fakrulloh, Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Dengan dibukanya Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, calon peserta yang memenuhi persyaratan diimbau untuk segera mempersiapkan dokumen dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai ketentuan. Pemerintah juga menyarankan masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi dari kanal resmi BKN dan kementerian/lembaga penyelenggara guna menghindari informasi yang tidak benar atau janji-janji kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 merupakan salah satu jalur strategis bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan kedinasan sekaligus mempersiapkan diri menjadi aparatur negara di masa mendatang.






