Drama 10 Pemain: Getafe Menang 3-1 atas Partizan di Kualifikasi Conference League

  • Whatsapp
Getafe Conference League

GETAFE, BULLETIN – Getafe mengawali perjalanan kembali ke kompetisi Eropa dengan kemenangan dramatis, menundukkan Partizan Belgrade 3-1 pada leg pertama babak kualifikasi Conference League. Bermain di Stadion Coliseum, Jumat dini hari WIB, klub Spanyol itu menunjukkan mentalitas luar biasa, terutama setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-67.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Getafe harus bermain dengan 10 pemain. Alih-alih kehilangan kendali, tim asuhan José Bordalás justru mencetak dua gol dalam rentang tiga menit melalui Andrés García dan Johan Mojica, mengubah pertandingan menjadi kemenangan meyakinkan dan mendekatkan mereka ke fase grup UEFA Conference League.

Enam tahun setelah terakhir tampil di Eropa, Getafe langsung menghadirkan malam yang penuh emosi bagi pendukungnya. Mereka sempat unggul, kehilangan keunggulan, harus bermain dengan 10 pemain, lalu menutup laga dengan dua gol spektakuler, memperkuat posisi Getafe Conference League.

Getafe tampil agresif sejak menit awal. Tekanan tinggi yang diterapkan setelah kehilangan bola membuat Partizan kesulitan keluar dari wilayah pertahanannya. Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit kesembilan.

Berawal dari umpan silang Satriano yang sempat dibuang pertahanan Partizan, bola kedua jatuh kepada Mojica. Sang pemain kemudian mengirimkan umpan matang kepada Enes Ünal. Tanpa kawalan berarti, Ünal menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Getafe unggul 1-0, menjadi gol penting bagi ambisi Getafe Conference League.

Gol itu menjadi penghargaan atas dominasi Getafe pada fase awal pertandingan. Dalam sembilan menit pertama, mereka telah menciptakan sejumlah peluang dan membuat Partizan kesulitan mengembangkan permainan.

Setelah tertinggal, Partizan perlahan mampu keluar dari tekanan. Namun, peluang berbahaya tetap lebih banyak diciptakan Getafe. Situasi berubah menjelang turun minum.

Pada menit ke-44, Demba Seck memanfaatkan celah di lini belakang Getafe dan berhadapan langsung dengan David Soria. Seck berhasil menaklukkan kiper Getafe dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut terasa menyakitkan bagi Getafe karena Partizan mencetaknya ketika tuan rumah sedang menguasai pertandingan.

Berita Pilihan :  Inter Miami Gagal Menang Meski Messi Cetak Gol Lawan Philadelphia Union

Memasuki babak kedua, Partizan sempat tampil lebih berani. Bahkan, Jeh hampir membawa Getafe kembali tertinggal setelah sepakannya dari situasi bola mati membentur mistar. Lima menit kemudian, masalah Getafe semakin besar. Abqar menerima kartu kuning kedua setelah menghentikan serangan balik Partizan di wilayah permainan lawan. Bek Getafe itu pun harus meninggalkan lapangan, membuat Getafe bermain dengan 10 pemain.

Kartu merah tersebut seharusnya menjadi keuntungan besar bagi Partizan. Namun, Getafe justru menunjukkan karakter yang berbeda. Para pemain tuan rumah meningkatkan intensitas dan bekerja lebih keras untuk menutup kekurangan jumlah pemain. Keberanian Getafe akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Ünal menjadi awal terciptanya gol tersebut. Penyerang asal Turki itu mengirimkan umpan terobosan kepada Satriano. Satriano kemudian memberikan umpan kepada Andrés García. Tanpa membuang kesempatan, Andrés García melepaskan penyelesaian yang membawa Getafe kembali unggul 2-1.

Coliseum langsung bergemuruh. Gol tersebut menjadi bukti bahwa Getafe tidak bersedia menerima hasil imbang meski bermain dengan 10 pemain dan membuka jalan bagi kemenangan Getafe Conference League.

Belum sempat Partizan menemukan respons, Getafe kembali mencetak gol. Hanya tiga menit setelah gol Andrés García, Mojica menerima bola di depan kotak penalti. Pemain asal Kolombia itu kemudian melepaskan tembakan keras yang meluncur ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 3-1.

Dua gol dalam tiga menit mengubah pertandingan secara drastis. Getafe yang sempat berada dalam situasi sulit justru berhasil menciptakan keunggulan dua gol pada akhir pertandingan, modal penting untuk melaju di Conference League.

Kemenangan 3-1 menjadi modal besar bagi Getafe menjelang leg kedua di kandang Partizan. Lebih dari sekadar kemenangan, hasil tersebut menunjukkan mentalitas tim Bordalás. Getafe mampu bangkit setelah kehilangan keunggulan dan bahkan mencetak dua gol ketika bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. Bagi klub yang kembali ke kompetisi Eropa setelah enam tahun, kemenangan ini menjadi awal yang sulit dilupakan. Getafe kini hanya membutuhkan penampilan disiplin untuk mempertahankan keunggulan agregat dan semakin dekat dengan fase utama Conference League.

Pos terkait