Gempa M5,9 Guncang Tokyo dan Sekitarnya Akibatkan 20 Orang Terluka

  • Whatsapp
Gempa M5,9 Tokyo
ILUSTRASI

TOKYO, BULLETIN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang, termasuk kawasan metropolitan Gempa M5,9 Tokyo, pada Minggu 23/08 dini hari. Guncangan kuat ini menyebabkan puluhan orang terluka dan mengganggu sejumlah layanan transportasi vital di ibu kota.

Gempa M5,9 Tokyo tercatat oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Pusat gempa ini terletak di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman sekitar 70 kilometer, menjelaskan jangkauan guncangannya yang luas hingga ke ibu kota.

Intensitas guncangan terkuat mencapai 5 lemah pada skala intensitas seismik Jepang, melanda sejumlah wilayah seperti Ibaraki, Saitama, Chiba, dan juga kawasan Gempa M5,9 Tokyo. Getaran akibat gempa Tokyo ini turut terasa di berbagai daerah lain di kawasan Kanto.

Meskipun kuat, pihak berwenang tidak mengeluarkan peringatan tsunami setelah guncangan gempa ini.

Dampak langsung dari guncangan di Tokyo mulai terkuak dengan adanya laporan korban. Data terbaru otoritas Jepang mencatat sedikitnya 37 orang terluka di lima prefektur, termasuk Tokyo, Saitama, Kanagawa, Chiba, dan Ibaraki. Mayoritas korban hanya mengalami luka ringan.

Para korban terluka umumnya karena terjatuh atau terbentur perabot rumah tangga serta pintu. Mereka terkejut oleh guncangan kuat yang terjadi saat dini hari.

Di Yokohama, dilaporkan seorang perempuan berusia 80-an tahun mengalami cedera serius pada bagian pinggul. Insiden ini terjadi setelah ia terjatuh dari tempat tidur saat guncangan gempa berlangsung.

Selain korban luka, sejumlah fasilitas publik juga mengalami gangguan. Beberapa lokasi di Tokyo menghadapi gangguan pasokan air karena kerusakan pipa, yang kini sedang ditangani petugas di area terdampak gempa.

Berita Pilihan :  Paskibraka “Indonesia Berdaulat” Sigap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI

Aktivitas transportasi di Jepang, khususnya sekitar kawasan metropolitan Tokyo, turut terdampak. Beberapa kereta ekspres rute Tokyo-Bandara Narita mengalami keterlambatan, dan layanan kereta lokal menuju timur laut Jepang juga terganggu.

Kendati demikian, layanan kereta cepat Shinkansen dilaporkan tetap beroperasi secara normal dan tidak mengalami gangguan.

Guncangan di Tokyo juga memicu sejumlah operasi penyelamatan. Ini termasuk penanganan laporan orang yang terjebak di dalam lift dan masalah pada pintu bangunan akibat dampak gempa M5,9 Tokyo.

JMA sebelumnya telah mencatat gelombang seismik yang berpotensi menggoyangkan bangunan tinggi di sekitar Tokyo. Fenomena getaran periode panjang juga terjadi di beberapa wilayah, seperti selatan Saitama, barat laut Chiba, dan 23 distrik di Tokyo.

Otoritas Jepang terus memeriksa dampak gempa M5,9 Tokyo secara menyeluruh. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Pos terkait