Update Gempa NTT: 75 Orang MD, 92.735 Mengungsi dan 502 Sekolah Rusak Berat

  • Whatsapp
Gempa NTT
Update Gempa NTT : Gempa NTT Hari Keenam: 75 Orang Meninggal, 92.735 Mengungsi dan 502 Sekolah Rusak Berat. (Foto:Istimewa )

KUPANG, BULLETIN – Enam hari setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dampak bencana masih terus bertambah, dengan jumlah korban meninggal mencapai 75 orang, 92.735 warga mengungsi, dan 502 sekolah rusak berat akibat Gempa NTT.

Data terbaru per Kamis (20/8/2026) menunjukkan bahwa penanganan Gempa NTT masih menghadapi tantangan besar, terutama dengan bertambahnya jumlah korban dan pengungsi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, merinci perkembangan situasi terkini.

“Di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa. Hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” kata Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 907 orang mengalami luka-luka, menambah daftar panjang dampak Gempa NTT. Jumlah warga yang harus mengungsi juga meningkat signifikan, terutama karena aktivitas gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

“Saat ini, kami mencatat ada 92.735 jiwa, yang semula ada 59.647 jiwa,” ujar Berton.

Kenaikan jumlah pengungsi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana masih membutuhkan upaya ekstra. Masyarakat yang rumahnya rusak atau berada di wilayah yang dinilai belum aman memilih bertahan di lokasi pengungsian untuk menghindari risiko akibat gempa susulan dari Gempa NTT.

Dampak Gempa NTT juga merembet ke sektor pendidikan. Kerusakan fasilitas sekolah membuat proses belajar mengajar ribuan siswa dan tenaga pendidik terganggu. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan Gempa NTT berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 502 sekolah mengalami kerusakan berat yang tersebar di tujuh kabupaten. Kondisi ini memperparah dampak Gempa NTT terhadap pendidikan di wilayah tersebut.

Berita Pilihan :  Tiga Gunung Api Indonesia Erupsi Beruntun, Waspada Status Aktivitas

“Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan. Dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di tujuh kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan,” kata Atip, dikutip dari Tirtoid. 

Kerusakan tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak dapat berjalan seperti biasa. Pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik sekaligus menjaga agar proses pendidikan tetap berlangsung pasca Gempa NTT.

Sebanyak 923 sekolah diliburkan, sementara 171 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, 35 sekolah memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang belajar. Hanya 30 sekolah yang masih dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai mendistribusikan 100 tenda ruang kelas secara bertahap ke wilayah terdampak. Penyediaan ruang kelas darurat menjadi langkah sementara agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Namun, besarnya jumlah sekolah yang terdampak menunjukkan bahwa pemulihan sektor pendidikan NTT membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Perbaikan bangunan sekolah, penyediaan fasilitas belajar serta pemulihan kondisi psikologis siswa dan tenaga pendidik menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana Gempa NTT.

Dengan jumlah korban dan pengungsi yang terus diperbarui serta kerusakan fasilitas publik yang luas, penanganan Gempa NTT memasuki fase penting. Pemerintah tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan dasar puluhan ribu pengungsi, tetapi juga memastikan layanan publik, termasuk pendidikan, dapat kembali berjalan secara aman.

Data BNPB dan Kemendikdasmen tersebut menjadi gambaran bahwa enam hari setelah bencana, pekerjaan pemulihan di NTT masih panjang dan membutuhkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak Gempa NTT.

Pos terkait