Saham RANS Tertekan, Anjlok Lebih dari 25 Persen dari Level Tertinggi

  • Whatsapp
Saham RANS Anjlok
ilustrasi

JAKARTA, BULLETIN – Saham RANS Anjlok lebih dari 25 persen dari level tertinggi, mencapai harga Rp202 per saham pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, setelah sempat mencapai puncaknya di Rp272 per saham. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi tekanan jual dari investor, setelah sebelumnya mengalami euforia pasca IPO.

Perusahaan yang terafiliasi dengan pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), kembali menghadapi tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini mencerminkan koreksi signifikan dibandingkan level tertinggi yang dicapai saham RANS sejak listing.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat, saham RANS sempat menguat sekitar 3 persen. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama, dan harga kembali mengalami tekanan jual. Tekanan ini terlihat jelas dari antrean transaksi; antrean jual mencapai sekitar 1,04 juta lot, jauh melebihi antrean beli yang hanya di kisaran 373,09 ribu lot. Selisih antrean ini mengindikasikan dominasi tekanan jual pada saham RANS Anjlok.

Saham RANS mencatatkan debut positif saat melantai di BEI pada 10 Juli 2026, dengan harga penawaran perdana (IPO) Rp170 per saham. Pada hari pertama, saham RANS langsung melonjak 34,12 persen menjadi Rp228 per saham, menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Momentum positif ini berlanjut, dengan saham RANS sempat mencapai level tertinggi Rp272 per saham pada 15 Juli 2026. Namun, setelah itu, arah pergerakan saham RANS Anjlok secara bertahap. Jika dibandingkan dengan harga tertingginya, penurunan ini mencapai sekitar 25,73 persen.

Pergerakan saham RANS menunjukkan volatilitas tinggi pada periode awal setelah IPO. Meskipun saham RANS Anjlok dari puncaknya, harga Rp202 per saham masih berada di atas harga IPO Rp170, menandakan kenaikan sekitar 18,8 persen dari harga penawaran.

Berita Pilihan :  Terungkap: Benarkah Es Batu Bikin Wajah Kencang? Ini Penjelasan Ahli!

“Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan antara kinerja saham sejak harga penawaran perdana dan performanya jika diukur dari titik tertinggi,” kata seorang analis pasar, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tekanan jual yang menyebabkan saham RANS Anjlok menjadi perhatian investor karena menunjukkan sentimen pasar masih sangat dinamis. Investor diingatkan untuk mempertimbangkan kinerja fundamental, prospek bisnis, kondisi pasar, dan kemampuan perusahaan memenuhi ekspektasi, bukan hanya popularitas figur di baliknya.

Koreksi yang membuat saham RANS Anjlok dari level tertinggi menjadi bagian dari dinamika perdagangan saham baru yang masih mencari keseimbangan harga setelah melewati fase euforia pencatatan perdana.

Pos terkait