51 Warga Banggai Kepulauan Diduga Keracunan MBG, Pemkab Turun Tangan Cek

  • Whatsapp
Keracunan MBG Banggai Kepulauan
Menu MBG / ILUSTRASI

BANGGAI KEPULAUAN, BULLETIN – Sebanyak 51 orang di Banggai Kepulauan diduga mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan medis setelah mengonsumsi makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Totikum Selatan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kejadian keracunan MBG Banggai Kepulauan ini melibatkan sebagian besar siswa sekolah dasar dan kini menjadi sorotan serius pemerintah daerah.

Laporan sementara dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat bahwa 47 siswa SD Negeri Mata, satu siswa SD Negeri Kanali, satu siswa SD Muhammadiyah Peling, seorang ibu menyusui, dan satu balita terdampak. Kondisi ini membuat jajaran Pemkab Banggai Kepulauan bergerak cepat untuk meninjau lokasi dan memastikan penanganan medis yang memadai bagi para korban yang mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, bersama Wakil Bupati Serfi Kambey, Ketua DPRD Arkam Supu, Sekretaris Daerah Moh. Aris Susanto, dan Asisten III Tommy Boy Luasusun, langsung mendatangi lokasi. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons insiden keracunan MBG Banggai Kepulauan dan memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian medis yang diperlukan.

Para korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan beberapa saat setelah menyantap makanan yang didistribusikan melalui program MBG. Namun, hingga kini pemerintah daerah belum dapat menyimpulkan bahwa makanan MBG tersebut adalah penyebab pasti dari gangguan kesehatan yang dialami oleh puluhan warga ini.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan secara resmi menyatakan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel makanan serta penelusuran epidemiologis sedang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kasus keracunan MBG Banggai Kepulauan ini.

Berita Pilihan :  Wali Kota Palu Lepas Kontingen POPDA 2026, Siap Bersaing di Buol

“Penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para korban,” kata Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam laporan resminya.

Pernyataan ini menekankan bahwa keputusan mengenai penyebab keracunan MBG Banggai Kepulauan akan didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut, bukan sekadar asumsi awal.

Dalam laporan sementara, tercatat tiga orang sempat memerlukan bantuan oksigen. Dua di antaranya dilaporkan kembali dalam kondisi normal, sementara seorang ibu masih membutuhkan bantuan oksigen saat laporan disusun. Satu korban juga telah dirujuk ke RSUD Trikora Salakan untuk penanganan intensif terkait insiden keracunan MBG Banggai Kepulauan ini.

Selain pemerintah daerah, aparat kepolisian, termasuk Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan dan Kapolsek Totikum serta Totikum Selatan Iptu Niklas, juga turut memantau kondisi korban dan penanganan yang dilakukan. Proses penelusuran dan pemeriksaan terus berlanjut untuk mengungkap penyebab utama gangguan kesehatan massal ini.

Hingga laporan ini disusun, belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan makanan MBG sebagai penyebab pasti gangguan kesehatan. Oleh karena itu, istilah “diduga keracunan” digunakan sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan resmi tersedia. Kasus keracunan MBG Banggai Kepulauan ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program-program distribusi makanan gratis.

Pos terkait