Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar Parigi Moutong, 115 KK Terdampak

  • Whatsapp
Banjir Kasimbar Parigi Moutong
Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar Parigi Moutong, 115 KK Terdampak. (Foto;ist)

PARIGI MOUTONG, BULLETIN – Banjir merendam tiga desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin, 24/08. Hujan deras menjadi pemicu luapan sungai yang menggenangi permukiman warga dan fasilitas umum, berdampak pada ratusan kepala keluarga. Kejadian Banjir Kasimbar Parigi Moutong ini dilaporkan telah mengganggu aktivitas masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan, Banjir Kasimbar Parigi Moutong mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Laporan kejadian diterima pada pukul 14.15 WITA. Desa-desa yang terdampak meliputi Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, dan Desa Kasimbar Selatan.

Di Desa Kasimbar Palapi, Banjir Kasimbar Parigi Moutong mengakibatkan 33 kepala keluarga (KK) terdampak. Rinciannya, 25 KK di Dusun 1 dan delapan KK di Dusun 2. Selain permukiman, satu masjid, satu SD Alkhairaat, lapangan bola, jalan desa, serta sekitar empat hektare perkebunan turut terdampak Banjir Kasimbar Parigi Moutong.

Dampak serupa juga dialami Desa Kasimbar Induk, di mana 40 KK terdampak. Jumlah ini terdiri dari 10 KK di Dusun 1, 20 KK di Dusun 2, dan 10 KK di Dusun 3. Di wilayah ini, Banjir Kasimbar Parigi Moutong juga menggenangi satu masjid dan satu sekolah dasar.

Sementara itu, di Desa Kasimbar Selatan, 42 KK terdampak, dengan rincian 16 KK di Dusun 1, 18 KK di Dusun 2, dan delapan KK di Dusun 3. SMP Negeri 1 Kasimbar juga ikut terdampak akibat Banjir Kasimbar Parigi Moutong. Secara keseluruhan, sedikitnya 115 KK mengalami dampak dari bencana ini.

Hingga laporan dibuat, banjir belum surut. Meskipun demikian, pihak BPBD memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong, telah melakukan asesmen di lokasi kejadian Banjir Kasimbar Parigi Moutong.

Berita Pilihan :  Saham RANS Tertekan, Anjlok Lebih dari 25 Persen dari Level Tertinggi

Koordinasi juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Kondisi Banjir Kasimbar Parigi Moutong yang belum surut membutuhkan pemantauan intensif. Normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak untuk menangani dampak Banjir Kasimbar Parigi Moutong.

Melubernya air sungai setelah hujan deras menunjukkan bahwa kapasitas aliran sungai perlu diperhatikan dalam penanganan banjir di wilayah tersebut. Normalisasi diharapkan dapat mengurangi risiko luapan yang kembali memasuki permukiman ketika hujan deras terjadi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan debit air, terutama jika hujan kembali mengguyur kawasan hulu dan sekitar Kecamatan Kasimbar.

“Bagi warga, persoalan utama saat ini bukan hanya genangan yang terjadi hari ini, tetapi bagaimana mencegah luapan sungai kembali mengancam permukiman ketika hujan deras kembali terjadi,” kata salah satu petugas BPBD. “Normalisasi sungai dan penanganan titik-titik rawan menjadi kebutuhan penting untuk mengurangi risiko banjir berulang di wilayah Kasimbar.”

Pos terkait