[ROMA], BULLETIN – Fiorentina mengalami mimpi buruk di laga pembuka Serie A musim 2026/27 dengan kekalahan telak 0-3 dari AS Roma di Stadion Olimpico, Senin (24/08). Di tengah penampilan buruk tim, hanya Franco Mastantuono yang tampil menonjol.
La Viola tampil di bawah standar di semua lini. Pertahanan rapuh, lini tengah tak berdaya, dan serangan tak efektif. Mastantuono menjadi pengecualian dengan menunjukkan kualitas individu dan kerja keras.
“Kami benar-benar kecewa dengan hasil ini,Tapi saya melihat potensi besar dari Mastantuono yang bisa kami bangun ke depan.” kata Fabio Grosso, pelatih Fiorentina.
Pemain muda asal Argentina itu mendapat nilai tertinggi (6) dari media Italia. Ia aktif menciptakan peluang dan turun membantu pertahanan. Keterampilannya terlihat saat melewati tekanan lawan.
Namun, AS Roma yang lebih matang memanfaatkan kelemahan Fiorentina. Gol-gol mereka datang dari transisi cepat dan kesalahan pertahanan La Viola.
Lini belakang Fiorentina menjadi masalah utama. Empat bek mereka hanya mendapat nilai 4,5. David De Gea di gawang juga dipertanyakan saat menghadapi gol kedua Roma.
Di lini tengah, Nicolo Fagioli kesulitan menghadapi tekanan. Duet Ndour-Brescianini juga gagal memberikan kreativitas yang dibutuhkan untuk membangun serangan.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Fiorentina. Mereka butuh perbaikan cepat di semua sektor sebelum pertandingan berikutnya. Satu-satunya harapan adalah bakat Mastantuono yang bisa dikembangkan.






