CÓRDOBA, BULLETIN – Ángel Di María tampil sebagai bintang lapangan, mencetak dua gol krusial yang berhasil menyelamatkan Rosario Central dari kekalahan, menahan imbang Talleres di Córdoba. Performa cemerlang Di María Rosario Central ini menjadi sorotan utama dalam pertandingan.
Meskipun Rosario Central hanya mampu membawa pulang satu poin, dua gol dari Di María membuktikan kualitasnya. Pemain berusia 36 tahun itu bukan hanya mencatatkan namanya di papan skor dua kali, tetapi juga menjadi ancaman utama di sepanjang pertandingan.
Dominasi Di María dalam laga tersebut sangat jelas. Beberapa tembakan kerasnya ke sudut atas gawang berhasil digagalkan kiper Talleres, Guido Herrera, sementara di penghujung laga, eksekusi tendangan bebasnya juga nyaris berbuah gol.
Penampilan ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik dari Di María sepanjang semester ini. Pengalaman dan kualitasnya terlihat nyata, terutama saat Central membutuhkan seorang pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Di lini tengah, F. Ibarra juga menunjukkan performa solid, konsisten menjaga keseimbangan permainan Central. Kontribusinya dalam merebut bola dan mendistribusikannya sangat membantu, bahkan turut berperan dalam terciptanya gol penyama kedudukan oleh Di María.
Di bawah mistar gawang, J. Ledesma melakukan sejumlah penyelamatan penting. Meskipun tidak mampu menahan semua gol Talleres, ia berhasil menggagalkan beberapa peluang berbahaya lawan, termasuk tembakan Rick di awal babak kedua.
Namun, beberapa pemain bertahan Rosario Central mengalami kesulitan. A. Soto kewalahan menghadapi kecepatan Rick, dan E. Coronel gagal mengantisipasi pergerakan Depietri yang berujung gol bagi Talleres.
Sorotan negatif tertuju pada A. Rodríguez yang melakukan kesalahan fatal, berujung penalti untuk Talleres. Penampilannya kurang kontributif dalam membangun serangan, hingga akhirnya digantikan di awal babak kedua.
Penyerang E. Copetti sebenarnya memiliki beberapa peluang emas. Sempat nyaris menyamakan kedudukan, namun tembakannya dihentikan kiper, dan upaya tendangan tumitnya membentur tiang di akhir laga.
Pemain pengganti seperti F. Navarro, A. Sández, G. Fernández, dan E. Verón belum memberikan dampak signifikan. Sández bahkan sempat membuat kesalahan perhitungan yang hampir dimanfaatkan Talleres untuk mencetak gol ketiga.
Secara keseluruhan, Di María adalah pembeda utama bagi Rosario Central. Dua golnya, ditambah dengan beberapa peluang berbahaya dan tekanan yang terus-menerus terhadap pertahanan Talleres, menjadikannya pemain terbaik dalam pertandingan ini.
Bagi El Canalla, hasil imbang ini menunjukkan bahwa mereka memiliki aset berharga pada diri sang kapten. Ketika Di María berada dalam performa puncaknya, Rosario Central mampu tetap kompetitif meskipun berada di bawah tekanan dalam pertandingan yang sulit.






