Haaland Cetak Dua Gol, Man City Bangkit di Era Maresca Taklukkan Crystal Palace 4-1

  • Whatsapp
Manchester City Era Maresca
Haaland Cetak Dua Gol, Man City Bangkit di Era Maresca Taklukkan Crystal Palace 4-1. (Foto:Captured ig)

LONDON, BULLETIN – Manchester City era Enzo Maresca menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan kemenangan telak 4-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park pada Jumat, 28 Agustus 2026. Hasil ini menandai dua kemenangan beruntun bagi City di awal Premier League musim ini, di mana Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol, sementara Rayan Cherki bersinar sebagai simbol kreativitas baru tim.

Dikutip dar5 BBC Sport kemenangan ini memberikan fondasi penting bagi Enzo Maresca yang tengah membangun kembali identitas tim setelah era Pep Guardiola. Perubahan dalam skuad dan strategi bermain mulai terlihat, memberikan harapan baru bagi para penggemar.

Erling Haaland, penyerang andalan asal Norwegia, mencetak gol pembuka pada menit ke-17. Ia memanfaatkan umpan Antoine Semenyo dan menyundul bola melewati kiper Dean Henderson, membuka rekening golnya di Premier League musim ini.

Gol tersebut tidak hanya mengubah skor, tetapi juga mengembalikan Haaland pada peran utamanya sebagai ujung tombak serangan Manchester City Era Maresca. Musim lalu, Haaland adalah top skorer Premier League dengan 27 gol, dan ia kembali membuktikan statusnya sebagai senjata utama meski ada perubahan pelatih dan komposisi pemain.

Namun, kemenangan ini tidak hanya tentang ketajaman Haaland. Rayan Cherki, gelandang serang asal Prancis, juga tampil memukau dan menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini.

Pada menit ke-54, Cherki menggandakan keunggulan City melalui aksi individu brilian. Ia melewati beberapa pemain bertahan Palace sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Henderson.

Crystal Palace sempat memperkecil ketertinggalan dua menit kemudian setelah tendangan bebas Yeremy Pino membentur mistar, mengenai Gianluigi Donnarumma, dan masuk ke gawang sebagai gol bunuh diri. Namun, City segera merespons dengan cepat.

Cherki kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-59. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti berubah arah setelah mengenai Chris Richards, membuat skor menjadi 3-1. Haaland kemudian melengkapi pesta gol Manchester City Era Maresca dengan gol keduanya setelah menerima umpan dari Phil Foden.

Berita Pilihan :  Kartu Merah Yuri Berchiche Picu Kontroversi, VAR Jadi Disorotan

Dua gol Cherki sangat krusial dan menjadi sinyal penting bagi Maresca. Pemain berusia 23 tahun ini sebelumnya juga berperan besar saat City bangkit mengalahkan Bournemouth 2-1 pada laga pembuka, dengan memberikan assist untuk gol Marc Guéhi dan Josko Gvardiol. Penampilan Cherki menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya pelapis, melainkan bagian penting dalam skema serangan Manchester City Era Maresca.

Perbedaan performa City dalam dua pertandingan awal musim ini juga menarik untuk dicermati. Saat melawan Bournemouth, City harus menunggu hingga menit ke-84 untuk menyamakan kedudukan dan Gvardiol mencetak gol kemenangan di masa tambahan waktu. Laga tersebut memperlihatkan Maresca masih mencari keseimbangan timnya.

Namun, melawan Palace, respons City jauh lebih meyakinkan. Setelah sempat ditekan di lima menit awal, di mana Donnarumma harus melakukan penyelamatan gemilang, City mengambil alih kendali permainan. Mereka mampu mengubah dominasi penguasaan bola menjadi gol, menunjukkan progres signifikan dalam membangun Manchester City Era Maresca.

Meskipun dua kemenangan beruntun adalah awal yang baik, pekerjaan Maresca masih panjang. Tim ini kehilangan beberapa figur penting dari era Guardiola, dan kebutuhan untuk memperkuat kedalaman skuad masih menjadi pembahasan menjelang penutupan bursa transfer.

“Kemenangan 4-1 di Selhurst Park memiliki arti lebih besar daripada sekadar tambahan tiga poin,” kata Enzo Maresca, manajer Manchester City, dalam konferensi pers pasca-pertandingan. “Kami mulai menemukan kombinasi antara pengalaman Haaland, kreativitas Cherki, kemampuan Foden, dan energi pemain-pemain baru.”

Pemain anyar Ayyoub Bouaddi bahkan sudah masuk daftar skuad meskipun belum dimainkan. Di sisi lain, Crystal Palace menelan kekalahan kedua beruntun dan harus menghadapi absennya Jean-Philippe Mateta karena cedera hamstring, yang diperkirakan akan menepi sekitar empat pekan. Ini juga dapat memengaruhi masa depannya di tengah isu transfer.

Bagi City, kemenangan ini adalah pesan awal bahwa era Maresca telah dimulai, dan mesin gol Haaland sudah kembali menyala. Jika Cherki terus berkembang sebagai sumber kreativitas baru, Manchester City Era Maresca berpotensi memiliki wajah yang berbeda, membangun kekuatan baru dengan Maresca sebagai arsiteknya, bukan sekadar meneruskan warisan Guardiola.

Pos terkait