LONDON , BULLETIN.ID – Pekan lanjutan Premier League menghadirkan sejumlah pertandingan menarik dengan tantangan berbeda bagi tim-tim besar. Manchester United harus mewaspadai kekuatan bola mati Ipswich Town, sementara Arsenal menghadapi Aston Villa yang memiliki ancaman dari pemain sayap anyar, Christos Tzolis.
Analisis tersebut disampaikan pakar taruhan sepak bola Lewis Jones alias Jones Knows. Menurutnya, sejumlah pertandingan akhir pekan ini berpotensi menghasilkan kejutan karena kondisi dan tren permainan masing-masing tim.
Salah satu laga yang menjadi sorotan adalah Manchester United kontra Ipswich Town. Persoalan Setan Merah tidak hanya terletak pada hasil pertandingan sebelumnya, tetapi juga pada lemahnya duel fisik dan pertahanan ketika menghadapi situasi bola mati.
Manchester United hanya memenangi 42 persen duel dalam kekalahan 0-2 dari Hull City. Persentase tersebut menjadi yang terendah di antara seluruh tim Premier League pada pekan pembuka.
Masalah itu semakin terlihat dari catatan United sejak Michael Carrick menangani tim. Dalam 18 pertandingan Premier League, mereka telah kebobolan 20 gol, dengan 10 di antaranya berasal dari situasi bola mati.
Hull City bahkan menunjukkan bagaimana kelemahan tersebut dapat dieksploitasi. Dua gol kemenangan mereka di Old Trafford tercipta melalui situasi set piece.
Karena itu, Ipswich dinilai berpeluang kembali memberikan ancaman dengan memanfaatkan kelemahan yang sama.
Bek Dara O’Shea menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Ia kerap menjadi target dalam situasi bola mati dan memiliki rata-rata 0,95 tembakan per 90 menit dalam 12 bulan terakhir.
Jones tetap memprediksi Manchester United mampu mengamankan kemenangan 2-1. Namun, ia memperkirakan O’Shea berpeluang mencatatkan setidaknya satu tembakan.
Chelsea Mulai Tunjukkan Potensi Lini Depan
Chelsea juga menjadi perhatian setelah meraih kemenangan 3-2 atas Fulham. Menurut Jones, tim asuhan Xabi Alonso mulai menunjukkan potensi besar di lini depan.
Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Joao Pedro menjadi trio yang terlibat dalam seluruh gol Chelsea pada pertandingan tersebut.
Permainan Chelsea dinilai agresif, vertikal, dan berani mengambil risiko. Namun, pendekatan tersebut juga membawa konsekuensi terhadap lini belakang.
Chelsea kembali kebobolan dua gol, sementara kiper Robert Sanchez melakukan kesalahan yang menjadi sorotan. Struktur pertahanan The Blues juga terlihat rentan ketika formasi agresif mereka berhasil ditembus lawan.
Kondisi tersebut membuat pertandingan Chelsea berpotensi menghasilkan banyak gol.
Chelsea tetap dijagokan mengalahkan Brighton. Namun, Jones menilai kecenderungan pertandingan Chelsea yang terbuka belum sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar.
Ia memprediksi Chelsea menang 3-1 dengan peluang pertandingan menghasilkan lebih dari 2,5 gol sekaligus kedua tim mencetak gol.
Tottenham Punya Peluang Bangkit
Tottenham Hotspur juga berada dalam sorotan setelah dipermalukan Brentford dengan skor 0-3.
Penampilan Spurs dinilai buruk, terutama dari sisi organisasi permainan dan pertahanan. Meski demikian, Jones menilai kekalahan telak tersebut belum cukup untuk menghapus peluang Tottenham meraih kemenangan saat menghadapi Newcastle United.
Roberto De Zerbi memiliki catatan menarik setelah timnya mengalami kekalahan dengan selisih setidaknya tiga gol. Tim yang ditanganinya mampu memenangkan delapan dari 11 pertandingan berikutnya setelah mengalami kekalahan besar tersebut.
Tottenham juga memiliki sejumlah faktor yang dapat menjelaskan buruknya penampilan saat menghadapi Brentford. Mereka menurunkan lima pemain yang menjalani debut kompetitif, sementara Micky van de Ven dan Pedro Porro absen.
Sejumlah pemain juga belum mendapatkan persiapan pramusim yang ideal.
Karena itu, pertandingan melawan Newcastle dinilai menjadi kesempatan bagi Tottenham untuk memberikan respons. Jones memprediksi Spurs mampu meraih kemenangan 2-1.
Arsenal Waspadai Tzolis
Arsenal selanjutnya harus menghadapi Aston Villa pada Senin malam.
Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Christos Tzolis. Pemain yang baru bergabung dari Club Brugge tersebut langsung tampil agresif dalam debutnya di Premier League ketika Villa menghadapi Coventry.
Tzolis mencatatkan empat tembakan dan delapan sentuhan di kotak penalti lawan. Catatan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan pemain Arsenal dalam kedua kategori tersebut.
Kemampuan Tzolis dalam menghadapi lawan secara langsung membuat Matty Cash diperkirakan menghadapi tugas berat. Cash tercatat menerima 12 kartu pada musim sebelumnya.
Dengan kemungkinan mendapat tugas mengawal Tzolis, Cash dinilai berpeluang kembali mendapatkan kartu dalam pertandingan tersebut.
Meski menghadapi ancaman dari sektor sayap Villa, Arsenal tetap diprediksi mampu mengamankan kemenangan 2-1.
Leeds dan Brentford Berpotensi Berakhir Imbang
Pertandingan Leeds United kontra Brentford juga diprediksi berlangsung ketat.
Brentford tampil produktif pada pekan sebelumnya dengan mencatatkan 26 tembakan dan expected goals (xG) sebesar 3,87. Namun, performa The Bees ketika bermain tandang menjadi perhatian.
Di bawah Keith Andrews, Brentford rata-rata hanya mencetak 1,15 gol per pertandingan tandang.
Jones menilai pertemuan kedua tim berpotensi berlangsung hati-hati. Pertandingan musim lalu bahkan berakhir tanpa gol dengan total xG kedua tim hanya 0,98.
Ia pun memprediksi laga tersebut kembali berakhir imbang 1-1.
Josh King Jadi Ancaman Fulham
Fulham juga memiliki pemain yang patut diperhatikan ketika menghadapi Sunderland, yakni Josh King.
Pemain muda tersebut tampil menonjol meski Fulham kalah 2-3 dari Chelsea. King mencetak satu gol, melepaskan tiga tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran, serta menjadi ancaman dalam situasi transisi.
Jones menilai performa tersebut menunjukkan bahwa King bukan sekadar pemain muda yang sesekali mendapat kesempatan. Ia mulai memperlihatkan kapasitas untuk menjadi salah satu sumber utama serangan Fulham.
Pertandingan Sunderland kontra Fulham diprediksi berakhir 1-1. Namun, King dinilai memiliki peluang untuk kembali mencetak gol.
Rangkaian prediksi tersebut menunjukkan bahwa pertandingan Premier League akhir pekan ini tidak hanya ditentukan oleh nama besar atau posisi di klasemen. Detail seperti kelemahan Manchester United dalam menghadapi bola mati, permainan agresif Chelsea, peluang kebangkitan Tottenham, hingga ancaman pemain baru Aston Villa dapat menjadi faktor penentu hasil akhir.
Bagi tim-tim besar, tantangannya bukan sekadar meraih tiga poin. Mereka juga dituntut segera memperbaiki kelemahan yang telah terlihat pada pertandingan sebelumnya agar tidak kembali kehilangan poin.






