Karhutla Banggai Meluas di Jati, Tim Gabungan Padamkan Tiga Titik Api

  • Whatsapp
Karhutla Banggai
Karhutla Banggai Meluas di Jati, Tim Gabungan Padamkan Tiga Titik Api. (Foto:IST)

BANGGAI, BULLETIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda perkebunan jati di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memicu respons cepat tim gabungan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga. Peristiwa Karhutla Banggai ini berhasil ditangani setelah tiga titik api dipadamkan, meski sekitar satu hektare lahan terdampak.

Informasi mengenai Karhutla Banggai diterima Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Luwuk pada Sabtu, 29/08/2026, sekitar pukul 22.40 WITA. Tanpa menunda, tim rescue Pos SAR Luwuk segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan dukungan penanganan dan upaya pemadaman Karhutla Banggai tersebut.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WITA dan langsung bergabung dengan unsur penanganan kebakaran lainnya. Upaya pemadaman dimulai pada Minggu, 30/08/2026, sekitar pukul 01.00 WITA, di mana petugas berhasil mengidentifikasi tiga titik api yang membara di kawasan perkebunan jati warga.

Kebakaran di Banggai ini berdampak pada lahan perkebunan jati seluas sekitar satu hektare. Meskipun lokasi api berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman, penanganan cepat dilakukan untuk menghindari potensi ancaman Karhutla Banggai yang lebih besar.

Petugas melakukan pemadaman Karhutla Banggai dengan dukungan dua unit fire truck dari BPBD Banggai dan PT ATS Merpati, serta peralatan sprayer elektrik. Selain itu, tim juga menyiagakan alat komunikasi, senter, alat pelindung diri (APD), tandu basket, dan kendaraan operasional untuk kelancaran penanganan.

Medan yang sulit dan waktu kejadian pada malam hingga dini hari menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Oleh karena itu, koordinasi antarunsur menjadi sangat penting dalam memastikan proses pemadaman Karhutla Banggai berjalan efektif dan efisien.

Berita Pilihan :  Sulteng Gandeng Jerman Dorong Hilirisasi Kakao Hingga Mineral Berkelanjutan

Setelah beberapa jam berjuang, seluruh titik api yang ditemukan akhirnya berhasil dikendalikan. Pada pukul 03.30 WITA, Minggu, 30/08/2026, api dinyatakan padam sepenuhnya.

Tim gabungan, yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Luwuk, BPBD Banggai, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banggai, serta personel PT ATS Merpati, kemudian kembali ke posko setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan laporan operasi dukungan penanganan Karhutla Banggai tersebut.

Peristiwa Karhutla Banggai di Desa Siuna menegaskan kembali pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat, terutama di wilayah dengan banyak perkebunan dan vegetasi yang mudah terbakar. Meskipun api tidak sampai ke permukiman, jarak dua kilometer tetap memerlukan respons sigap.

Kesiapsiagaan personel, kelengkapan peralatan pemadam, dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla Banggai berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Penanganan Karhutla di Desa Siuna kini telah selesai, namun pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api baru.

Pos terkait