LONDON, BULLETIN – Chelsea melanjutkan start sempurna bersama Xabi Alonso setelah mengalahkan Brighton & Hove Albion dengan skor 4-3 di Stamford Bridge, Minggu (30/8/2026), meskipun kemenangan ini menyoroti masalah pertahanan yang masih belum terselesaikan.
Kemenangan tersebut memperpanjang awal positif Chelsea di bawah Alonso. Namun, skor ketat sekaligus memperlihatkan dua wajah The Blues: tajam dan agresif ketika menyerang, tetapi masih rentan ketika mendapat tekanan, meskipun Chelsea menang 4-3.
Chelsea tampil sangat efektif pada babak pertama. Hanya empat menit setelah pertandingan dimulai, Romeo Lavia membuka keunggulan sekaligus mencetak gol pertamanya untuk klub. Gol ini menjadi awal dari pesta gol yang membuat Chelsea menang 4-3.
Gol tersebut lahir setelah situasi sepak pojok Chelsea gagal dibersihkan dengan sempurna oleh pertahanan Brighton. Lavia memanfaatkan bola liar dan mendorongnya melewati garis gawang, menunjukkan naluri gol yang baik untuk Chelsea.
Sepuluh menit berselang, Chelsea menggandakan keunggulan melalui Pedro Neto. Morgan Rogers menjadi kreator setelah menerobos pertahanan Brighton dan mengirimkan bola ke dalam kotak penalti yang diselesaikan Neto, memperkuat dominasi Chelsea.
Dominasi Chelsea berlanjut. Pada menit ke-32, Joao Pedro mencetak gol ketiga setelah menerima umpan Jorrel Hato, membuat kedudukan menjadi 3-0 dalam waktu kurang dari setengah jam. Keunggulan ini membuat para penggemar yakin bahwa Chelsea menang 4-3 akan menjadi kenyataan.
Brighton memperkecil ketertinggalan hanya tiga menit setelah gol Joao Pedro. Malick Yalcouye melepaskan tendangan voli keras yang bersarang ke gawang Chelsea, menunjukkan bahwa tim tamu tidak menyerah begitu saja.
Tekanan Brighton berlanjut setelah turun minum. Pada menit ke-62, Chelsea kembali kebobolan. Umpan silang Brighton mengenai Joao Pedro dan berubah arah masuk ke gawang sendiri, membuat skor menjadi 3-2.
Skor 3-2 membuat pertandingan kembali terbuka. Brighton mulai menemukan ruang dan beberapa kali mengancam pertahanan tuan rumah, membuat situasi menjadi tegang meskipun Chelsea menang 4-3 pada akhirnya.
Di tengah tekanan tersebut, Chelsea membutuhkan pemain yang mampu mengembalikan jarak dua gol. Jawabannya adalah Cole Palmer. Pada menit ke-74, Palmer menerima bola, bergerak maju sekitar 20 yard dan melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dijangkau Bart Verbruggen.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Chelsea sekaligus memperlihatkan kembali pentingnya Palmer dalam sistem permainan Alonso. Ini adalah momen krusial dalam pertandingan di mana Chelsea menang 4-3.
Namun, Brighton belum menyerah. Pada menit ke-90+6, Pascal Gross mencetak gol melalui sundulan dan membuat skor menjadi 4-3. Waktu yang tersisa tidak cukup bagi Brighton untuk mencari gol penyeimbang, sehingga Chelsea menang 4-3.
Kemenangan ini menunjukkan kualitas serangan Chelsea yang mampu mencetak empat gol. Lavia, Neto, Joao Pedro dan Palmer menjadi pencetak gol, sementara Morgan Rogers dan Jorrel Hato juga memainkan peran penting dalam membangun serangan. Namun, kebobolan tiga gol juga menjadi alarm serius bagi Xabi Alonso.
Chelsea sempat kehilangan kendali setelah unggul 3-0 dan membiarkan Brighton kembali ke pertandingan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Alonso masih harus memperbaiki keseimbangan antara agresivitas menyerang dan stabilitas pertahanan, meskipun Chelsea menang 4-3.
Penilaian serupa juga muncul dari analisis pertandingan yang menyoroti bahwa Chelsea tampil sangat menghibur, tetapi masih terlalu terbuka ketika lawan meningkatkan tekanan. The Guardian melaporkan bahwa Chelsea menahan Brighton dalam kemenangan 4-3 tetapi tetap kacau di bawah Xabi Alonso.
Di sisi lain, Emiliano Martinez menjalani debut bersama Chelsea setelah kepindahannya dari Aston Villa. Kiper asal Argentina itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting, meskipun akhirnya harus tiga kali memungut bola dari gawangnya. Al Jazeera mencatat bahwa Chelsea mengalahkan Brighton 4-3 untuk memperpanjang awal sempurna di bawah Xabi Alonso.
Chelsea kini mengantongi enam poin dari dua pertandingan Premier League, sekaligus menjaga rekor sempurna pada awal era Alonso di kompetisi domestik. Reuters mengonfirmasi bahwa Chelsea mengalahkan Brighton untuk melanjutkan awal yang cerah di bawah Alonso.
Pertandingan juga menjadi panggung penting bagi Joao Pedro. Menghadapi mantan klubnya, penyerang asal Brasil tersebut mencetak gol untuk Chelsea, tetapi juga terlibat dalam gol bunuh diri yang membuat Brighton kembali mendekat.
Sementara itu, Palmer kembali menjadi pembeda. Setelah Chelsea kehilangan momentum, pemain Inggris tersebut muncul dengan tembakan jarak jauh yang mengembalikan kendali pertandingan kepada tuan rumah. Kemenangan Chelsea menang 4-3 akhirnya membawa Chelsea tetap berada di jalur positif.
Tetapi bagi Alonso, hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa permainan menyerang yang atraktif harus diimbangi pertahanan yang lebih disiplin. Chelsea sudah memiliki daya ledak untuk mencetak banyak gol. Tantangan berikutnya adalah memastikan keunggulan tidak kembali berubah menjadi drama setiap kali lawan memberikan tekanan.
Ujian berikutnya akan jauh lebih berat. Chelsea dijadwalkan menghadapi Arsenal di Emirates Stadium pada Minggu, 6 September 2026.






