BANDUNG, BULLETIN – Persib Bandung resmi menghadapi tantangan berat di AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27 setelah tergabung dalam Persib Grup E ACL Two. Maung Bandung akan bersaing dengan klub-klub kuat Asia, yaitu FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel FC (Vietnam). Komposisi grup ini menempatkan Persib dalam persaingan ketat, menguji kemampuan mereka di level kontinental.
Perjalanan Persib di ACL Two bukan hanya sekadar menambah pengalaman. Sebagai wakil Indonesia, klub asal Bandung ini mengemban misi untuk membuktikan bahwa keberhasilan di kompetisi domestik dapat diterjemahkan ke panggung Asia. Fase grup ini menjadi kesempatan untuk mengukur kekuatan Persib Grup E ACL Two melawan tim-tim terbaik.
Ujian awal bagi Persib Grup E ACL Two akan datang pada 16 September 2026, ketika Maung Bandung bertandang ke markas FC Seoul. Pertandingan tandang ini akan menjadi tolok ukur kesiapan Persib menghadapi atmosfer dan gaya permainan sepak bola Korea Selatan yang dikenal cepat. Setelah laga tersebut, Persib akan kembali ke kandang untuk menjamu The Cong-Viettel FC pada 14 Oktober 2026, diikuti oleh pertandingan melawan Melbourne Victory pada 28 Oktober 2026.
Persib akan kembali bertandang ke Australia untuk menghadapi Melbourne Victory pada 4 November 2026. Dua pertandingan terakhir di fase grup akan sangat krusial, dengan Persib menjamu FC Seoul pada 25 November 2026 dan menutup babak grup dengan laga tandang melawan The Cong-Viettel FC di Vietnam pada 2 Desember 2026. Jadwal ini menuntut konsistensi tinggi dari tim Persib Grup E ACL Two.
Jadwal Persib di Grup E ACL Two 2026/27:
- 16 September 2026: FC Seoul vs Persib Bandung
- 14 Oktober 2026: Persib Bandung vs The Cong-Viettel FC
- 28 Oktober 2026: Persib Bandung vs Melbourne Victory
- 4 November 2026: Melbourne Victory vs Persib Bandung
- 25 November 2026: Persib Bandung vs FC Seoul
- 2 Desember 2026: The Cong-Viettel FC vs Persib Bandung
Jadwal padat ini menekankan pentingnya Persib memaksimalkan setiap pertandingan kandang. Setiap kehilangan poin dapat berdampak signifikan terhadap peluang klub untuk melangkah ke fase berikutnya. Untuk menghadapi Persib Grup E ACL Two, setiap detail strategi menjadi krusial.
Tantangan bagi Persib Grup E ACL Two semakin besar mengingat agenda kompetisi lain yang padat di musim 2026/27. Persib dijadwalkan tampil di Super League, League Cup, ASEAN Club Championship Shopee Cup, serta ACL Two. Padatnya jadwal ini menguji kedalaman skuad, rotasi pemain, kebugaran, dan konsistensi performa. Manajemen klub perlu memperhatikan setiap aspek ini.
Di level Asia, margin kesalahan sangat kecil. Persib dituntut untuk mengelola pertandingan dengan lebih matang, terutama saat menghadapi perjalanan jauh dan lawan dengan pengalaman kompetisi internasional yang lebih tinggi. Kualitas skuad Persib Grup E ACL Two akan menjadi penentu.
Keberhasilan menyingkirkan Manila Digger di babak playoff melalui kemenangan 1-0 adalah modal awal yang baik. Namun, level persaingan di Persib Grup E ACL Two jauh lebih tinggi. FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel akan menjadi tiga ujian berbeda bagi Maung Bandung. Tim perlu menunjukkan mentalitas baja.
Jika Persib mampu memaksimalkan pertandingan kandang dan mencuri poin dalam laga tandang, peluang untuk melangkah ke fase gugur akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika gagal menjaga konsistensi, perjalanan enam pertandingan di grup ini dapat berakhir lebih cepat. Bagi Persib, Persib Grup E ACL Two adalah kesempatan untuk mengukur seberapa jauh sepak bola Indonesia mampu bersaing dengan kekuatan Asia lainnya. Klub Persib harus membuktikan kemampuan terbaik mereka.






