PALU, BULLETIN – Program Berani Sehat Sulteng yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) telah berhasil melayani sekitar 217 ribu warga. Capaian impresif ini diungkapkan Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, dalam sebuah forum komunikasi di Palu pada 21 September 2026.
Untuk menopang keberlanjutan dan jangkauan Program Berani Sehat, Pemprov Sulteng mengalokasikan anggaran signifikan. Pada tahun 2026, pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai Rp121 miliar. Angka ini merupakan peningkatan substansial dari dukungan tahun 2025 yang sebesar Rp68 miliar, menegaskan komitmen Pemprov Sulteng terhadap Program Berani Sehat Sulteng.
Anggaran yang digelontorkan ini bertujuan untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Dana tersebut juga dialokasikan untuk membantu warga yang belum dapat ditanggung oleh pemerintah kabupaten/kota, memperluas cakupan Program Berani Sehat Sulteng.
Kunci sukses pelayanan Program Berani Sehat Sulteng terletak pada integrasi aplikasi SeHati. Aplikasi ini terhubung langsung dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Sosial.
“Melalui sistem terintegrasi ini, pasien yang belum memiliki kartu BPJS atau status kepesertaannya tidak aktif dapat langsung diverifikasi di lokasi pelayanan” Kata Reny. Hal ini memastikan pelayanan medis bagi ratusan ribu warga tersebut tetap berjalan cepat tanpa hambatan administratif yang berarti.
Guna menjaga efektivitas layanan, Wagub Reny meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperbarui data kepesertaan secara berkala. Pemutakhiran data yang akurat sangat penting untuk mencegah duplikasi data dan memastikan intervensi jaminan kesehatan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan dukungan Program Berani Sehat Sulteng.






