PALU, BULLETIN.ID – Perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Meski sebagian besar kerusakan jalan telah tertangani, warga masih berharap pembangunan dilanjutkan hingga seluruh akses lingkungan dalam kondisi layak.
Persoalan tersebut mengemuka dalam agenda reses atau penjaringan aspirasi masyarakat yang digelar Anggota DPRD Kota Palu, Andris, di Kelurahan Duyu, Rabu (4/11/2026).
Andris mengungkapkan, dari total kebutuhan penanganan jalan rusak di wilayah tersebut, sekitar 80 persen telah terealisasi. Capaian itu merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui agenda legislatif.
Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sekitar 20 persen kebutuhan perbaikan yang perlu mendapat perhatian agar akses masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, tidak terhambat oleh kondisi jalan.
Selain infrastruktur, aspirasi warga juga mengarah pada kebutuhan pemberdayaan ekonomi. Sejumlah kelompok perempuan dan pemuda meminta adanya program yang dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut Andris, pemberdayaan tidak cukup hanya berorientasi pada bantuan, tetapi harus diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu memberikan penghasilan berkelanjutan.
Salah satu potensi ekonomi yang mulai berkembang di Kelurahan Duyu adalah budidaya anggur. Andris yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pecinta Anggur Sulawesi Tengah itu menyebut, saat ini terdapat delapan kelompok petani binaan dengan total sekitar 3.000 pohon anggur.
Setiap kelompok mengelola sekitar 100 hingga 300 pohon dengan jumlah anggota berkisar lima sampai tujuh orang. Budidaya tersebut bahkan telah berkembang menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian anggota kelompok.
“Alhamdulillah sudah lebih dari cukup, karena saya pernah tanya, ini sudah menjadi pekerjaan mereka,” kata Andris.
Dari sisi produksi, para petani anggur di wilayah tersebut mampu menghasilkan hingga satu ton dalam satu kali panen.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu alternatif penguatan ekonomi masyarakat. Budidaya anggur tidak lagi sekadar aktivitas pertanian, tetapi mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan kelompok warga.
Bagi Kelurahan Duyu, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan usaha tersebut. Dukungan terhadap kelompok tani, peningkatan kapasitas produksi, hingga akses pemasaran menjadi bagian penting agar hasil budidaya tidak berhenti pada kegiatan panen semata.
Reses tersebut sekaligus memperlihatkan dua kebutuhan yang berjalan beriringan di tengah masyarakat Duyu: penyelesaian infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi produktif. Pembangunan jalan dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga, sementara pemberdayaan kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang lebih mandiri.






