PALU,BULLETIN.ID – Sebanyak 1.751 jemaah haji asal Sulawesi Tengah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Asrama Haji Palu, Kamis (7/5).
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan ketika ribuan calon jemaah bersama keluarga memadati area asrama haji sebelum keberangkatan menuju Balikpapan dan selanjutnya terbang ke Makkah serta Madinah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengingatkan para jemaah bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan langsung dari Allah SWT.
“Bapak dan Ibu malam ini bukan hanya menjalani perjalanan biasa. Ini perjalanan mulia karena yang mengundang adalah Allah SWT,” ujar Anwar di hadapan para jemaah.
Ia mengatakan, tidak semua orang yang memiliki keinginan berhaji mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Karena itu, para jemaah diminta mensyukuri kesempatan yang diperoleh tahun ini.
Anwar Hafid juga berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan, memperkuat niat ibadah, dan menjaga kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kalau kita sadar yang mengundang adalah Allah, maka tidak ada yang berat dalam perjalanan ini. Allah pasti menjaga dan memudahkan seluruh proses ibadah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut membagikan kisah inspiratif seorang penjual nasi kuning di Makassar yang berhasil menunaikan ibadah haji setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit. Menurutnya, kisah tersebut menjadi bukti bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT.
Selain melepas keberangkatan jemaah, Anwar Hafid juga menyinggung status Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu yang kini telah berstatus internasional. Ia berharap kondisi itu dapat membuka peluang penerbangan langsung umrah dan haji dari Sulawesi Tengah di masa mendatang.
Pelepasan jemaah berlangsung khidmat. Sejumlah keluarga tampak mengantar keberangkatan sanak saudara mereka dengan doa dan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.






