PALU, BULLETIN – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menerima audiensi jajaran Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (BLA) Makassar pada Kamis (23/07/2026). Pertemuan ini membahas hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kota Palu Tahun 2025, yang menunjukkan capaian baik, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga harmoni dan toleransi masyarakat.
Kepala BLA Makassar, H. Muis Riadi, memimpin audiensi dan memaparkan hasil pengukuran IKUB Kota Palu Tahun 2025. Berdasarkan penelitian, Kota Palu meraih nilai 76,05. Angka ini menempatkan tingkat kerukunan umat beragama di Palu pada kategori baik dan telah melampaui rata-rata nasional.
Meski capaian IKUB Kota Palu sudah baik, H. Muis Riadi menyoroti sejumlah indikator yang memerlukan penguatan. Hal ini penting agar nilai kerukunan umat beragama dapat terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. BLA Makassar berharap Pemerintah Kota Palu dapat mengembangkan program yang mendukung toleransi.
“Nilai 76,05 sudah berada di atas rata-rata nasional dan menunjukkan kondisi kerukunan yang baik. Namun demikian, masih ada beberapa unsur yang perlu menjadi perhatian bersama agar indeks kerukunan umat beragama di Kota Palu dapat terus meningkat,” kata H. Muis Riadi, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar.
H. Muis Riadi juga menjelaskan bahwa Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar memiliki wilayah kerja yang mencakup 12 provinsi di kawasan Indonesia Timur sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2022. Dalam pengukuran IKUB, Kota Palu dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat moderasi beragama dan kehidupan rukun.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan apresiasi kepada BLA Makassar. Ia menganggap pelaksanaan pengukuran IKUB ini memberikan gambaran objektif mengenai kondisi kerukunan umat beragama di daerahnya. Hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Palu menjadi acuan kebijakan.
“Segala masukan yang diberikan oleh BLA Makassar akan menjadi bahan evaluasi dan acuan bagi Pemerintah Kota Palu untuk terus meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama di tahun 2026,” kata Imelda Liliana Muhidin, Wakil Wali Kota Palu.
Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk memperkuat program yang mendorong toleransi dan moderasi beragama. Kolaborasi dengan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta seluruh elemen masyarakat akan terus digalakkan. Ini demi menjaga capaian IKUB Palu.
Audiensi ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara Pemkot Palu dan BLA Makassar. Tujuannya adalah menjaga kerukunan antarumat beragama sehingga Kota Palu tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warganya.






