Evaluasi Program Palu Mantap Pangan: Hadianto Rasyid Soroti Capaian Lahan

  • Whatsapp
Program Palu Mantap Pangan
Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid. (Foto:Jufri)

PALU, BULLETIN – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid,  memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Program Palu Mantap Pangan di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa 01/09. Evaluasi ini fokus pada perkembangan program di Kecamatan Palu Utara dan Kecamatan Tawaeli, bertujuan memastikan target pengembangan lahan pertanian Program Palu Mantap Pangan berjalan sesuai rencana di setiap kelurahan.

Rapat evaluasi Program Palu Mantap Pangan tersebut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Camat Palu Utara, Camat Tawaeli, para lurah di kedua kecamatan, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Setiap wilayah berkesempatan menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, termasuk luas lahan yang telah dimanfaatkan dan jenis komoditas yang ditanam.

Wali Kota Hadianto Rasyid menjelaskan, evaluasi langsung bersama camat dan lurah penting untuk memperoleh gambaran nyata mengenai perkembangan Program Palu Mantap Pangan di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi masalah dan capaian secara transparan.

“Jadi saya mengundang camat di dua wilayah, yaitu Palu Utara dan Tawaeli beserta para lurah. Ini terkait dengan Palu Mantap Pangan,” kata Hadianto Rasyid.

Pemerintah Kota Palu telah menetapkan target pengembangan lahan pertanian seluas satu hektare untuk setiap kelurahan dalam Program Palu Mantap Pangan. Laporan perkembangan dari masing-masing lurah menjadi krusial untuk memastikan target ini terealisasi secara maksimal.

“Saya ingin mendengarkan laporan dari masing-masing lurah terkait Palu Mantap Pangan. Seperti apa capaiannya di kelurahan masing-masing, karena target yang kita tetapkan setiap kelurahan itu satu hektare,” tegas Wali Kota.

Perwakilan Kelurahan Mamboro Barat melaporkan pengembangan lahan untuk Program Palu Mantap Pangan di tiga titik lokasi dengan total luas 0,479 hektare. Masyarakat di lokasi tersebut telah membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti kangkung, bayam merah, terong, kacang panjang, dan selada, bahkan beberapa sudah panen hingga tiga kali.

Berita Pilihan :  Kadis Dikbud Palu Dukung Penuh Family Gathering Sekolah Islam Al-Azhar

Meski menunjukkan perkembangan positif, Wali Kota menekankan perlunya peningkatan capaian hingga target satu hektare lahan tanam di setiap kelurahan terpenuhi. Fokus Program Palu Mantap Pangan adalah lima komoditas unggulan: bawang merah, cabai, tomat, selada, dan sawi, yang memiliki nilai ekonomi dan kebutuhan pasar tinggi.

“Secara akumulatif di setiap kelurahan harus terpenuhi satu hektare penanaman dari lima komoditas yang telah ditetapkan yaitu bawang merah, cabai, tomat, selada, dan sawi. Lima komoditas unggulan inilah yang nantinya akan kita masukkan ke pasar,” jelas Wali Kota.

Melalui Program Palu Mantap Pangan, Pemerintah Kota Palu mendorong pemanfaatan lahan produktif di tingkat kelurahan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan. Program ini diharapkan juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan perputaran ekonomi berbasis produksi lokal.

Evaluasi berkala ini diharapkan mempercepat pelaksanaan program dan pemenuhan target oleh seluruh kelurahan. Dengan demikian, kebutuhan pasar terhadap komoditas pangan dapat dipenuhi oleh hasil produksi masyarakat Kota Palu sendiri di masa mendatang.

Pos terkait