Krakatau Steel Tetapkan Force Majeure, Produksi Baja CRC Full Hard Terganggu Akibat Kebakaran

  • Whatsapp
Krakatau Steel
Krakatau Steel. Foto:Istimewa

JAKARTA, BULLETIN – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengumumkan penetapan kondisi force majeure menyusul insiden kebakaran yang melanda salah satu fasilitas produksinya di area Cold Rolling Mill (CRM), Cilegon, Banten, pada 19 Juli 2026. Kejadian ini secara signifikan mengganggu produksi baja jenis Cold Rolled Coil (CRC) Full Hard yang merupakan produk utama perseroan.

Dalam pengumuman keterbukaan informasi, manajemen PT Krakatau Steel menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di area Continuous Tandem Cold Mill (CTCM). Akibat insiden tersebut, jalur produksi CRC Full Hard tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu, sehingga perusahaan terpaksa memberlakukan kondisi kahar kepada para pelanggannya.

“Keberlangsungan supply CRC Full Hard nasional akan dipenuhi melalui skema kerja sama dengan perusahaan produsen CRC domestik,” kata Pelaksana Tugas Corporate Secretary PT Krakatau Steel, Rachman Hidayat.

Meskipun lini produksi CRC Full Hard berhenti sementara, manajemen PT Krakatau Steel memastikan bahwa fasilitas produksi lainnya masih dapat beroperasi. Produksi CRC Soft tetap berjalan melalui fasilitas Batch Annealing Furnace (BAF), sementara produk Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO) masih diproduksi melalui Continuous Pickling Line (CPL).

Sebelum insiden kebakaran ini, kinerja operasional PT Krakatau Steel pada kuartal I 2026 menunjukkan tren positif. Perseroan berhasil mencatat produksi sekitar 130 ribu ton dari pabrik CRM dan 230 ribu ton dari Hot Strip Mill (HSM), sehingga total produksi mencapai sekitar 360 ribu ton.

Hingga saat ini, manajemen Krakatau Steel belum mengungkapkan secara rinci nilai kerugian yang dialami maupun estimasi waktu pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran tersebut.

Berita Pilihan :  Festival Pahlawan Anak, Ajang Kolaborasi Save the Children Indonesia Lindungi Anak

Pos terkait