48 Pramuka Palu Berangkat ke JAMNAS XII, Hadianto Tekankan Kemandirian dan Disiplin

  • Whatsapp
Jambore Nasional
48 Pramuka Palu Berangkat ke JAMNAS XII, Hadianto Tekankan Kemandirian dan Disiplin. (Foto : Iwan )

PALU, BULLETIN – Pemerintah Kota Palu menyoroti keikutsertaan kontingen daerah dalam Jambore Nasional (JAMNAS) XII Gerakan Pramuka Penggalang 2026 sebagai momentum krusial untuk membentuk karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, menekankan bahwa Jambore Nasional jauh lebih dari sekadar perkemahan biasa.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palu saat melepas secara simbolis kontingen Kota Palu yang akan mengikuti JAMNAS XII di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Senin (10/08). Pelepasan ini menandai kesiapan 48 anggota Pramuka Penggalang Terap dari Kwarcab Kota Palu, didampingi sembilan orang Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab)/Bindamping, untuk mengikuti agenda nasional Pramuka tersebut.

JAMNAS XII Gerakan Pramuka Penggalang dijadwalkan berlangsung pada 14–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Selama sepekan, peserta akan berinteraksi dan belajar dari berbagai latar belakang daerah.

Bagi Hadianto, keberangkatan kontingen ini tidak semata-mata berkaitan dengan keikutsertaan dalam agenda nasional Pramuka. Ia melihat Jambore Nasional sebagai ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung di luar lingkungan sehari-hari, sekaligus belajar berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.

“Semoga segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan membawa hasil yang membanggakan bagi Kota Palu,” kata Hadianto.

Pramuka Sebagai Sekolah Karakter di Jambore Nasional

Hadianto menilai kegiatan kepramukaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan Pramuka tidak hanya berorientasi pada keterampilan semata, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai fundamental yang sangat dibutuhkan anak muda dalam kehidupan bermasyarakat. Ini menjadikan Jambore Nasional sebagai wahana efektif pembentukan karakter.

Kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, kepemimpinan, tanggung jawab, hingga semangat pantang menyerah adalah nilai-nilai inti yang dapat diperoleh peserta melalui beragam aktivitas kepramukaan. Oleh karena itu, Hadianto meminta para peserta tidak menjadikan Jambore Nasional hanya sebagai perjalanan atau kegiatan perkemahan semata, tetapi memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan sebagai kesempatan emas untuk belajar dan berkembang.

Berita Pilihan :  Menuju Kota Inklusif, Pemkot Palu Perkuat Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

“Saya sendiri memiliki pengalaman di masa lalu yang menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka mampu membentuk karakter yang kuat dan tangguh,” kata Hadianto Rasyid.

Pengalaman tersebut, menurut Hadianto, bahkan turut memberikan pengaruh signifikan dalam perjalanan hidupnya hingga berhasil menduduki posisi sebagai Wali Kota Palu. Ini menunjukkan dampak positif dari pembinaan di Jambore Nasional.

“Kalau tidak masuk Pramuka, mungkin saya tidak jadi wali kota,” ujarnya, menegaskan pentingnya pengalaman organisasi dan kegiatan pembinaan sejak usia muda dalam membentuk kemampuan seseorang menghadapi berbagai tantangan.

Jaga Nama Baik Daerah di Jambore Nasional

Selain menekankan aspek pembentukan karakter, Hadianto juga mengingatkan para peserta mengenai tanggung jawab besar untuk membawa nama baik Kota Palu selama berada di Jakarta. Para peserta diminta menjaga sikap, menjunjung kesantunan, memperkuat kekompakan, serta mengikuti seluruh rangkaian Jambore Nasional dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Jaga nama baik Kota Palu. Tunjukkan sikap yang baik dan santun, serta ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” pesannya.

Menurut Hadianto, pengalaman berharga yang diperoleh selama Jambore Nasional diharapkan tidak berhenti setelah peserta kembali ke Palu. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi bekal untuk masa depan.

Keberangkatan 57 anggota kontingen tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret Pemerintah Kota Palu terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepanduan. Jambore Nasional XII diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang berharga bagi para peserta untuk memperluas wawasan dan persahabatan antardaerah. Lebih dari itu, pengalaman selama sepekan di Buperta Cibubur diharapkan ikut membentuk generasi muda Kota Palu yang lebih mandiri, tangguh, disiplin, dan mampu mengambil tanggung jawab di masa depan.

Pos terkait