PALU, BULLETIN – Universitas Tadulako (Untad) menegaskan komitmennya terhadap Kampus Berkelanjutan Untad melalui aksi penghijauan yang menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-45. Penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Rektor Untad Prof Dr Ir Amar dan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Untad Prof Dr Mukhmad Najib di depan Gedung Rektorat pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sebagai simbol investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan kampus.
Kegiatan penghijauan ini merupakan aksi kedua dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-45 Untad, setelah sebelumnya penanaman pohon dilakukan bersama jajaran Biro Keuangan dan Umum (BKU) Untad pada Jumat, 17 Juli 2026. Aksi ini menunjukkan bahwa Untad tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pemeliharaan lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan Kampus Berkelanjutan Untad.
Makna penanaman pohon ini lebih dalam dari sekadar seremoni. Pohon, yang membutuhkan waktu untuk tumbuh, melambangkan investasi masa depan yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi. Inisiatif ini menegaskan bahwa pembangunan kampus tidak hanya tentang infrastruktur fisik dan prestasi akademik, tetapi juga bagaimana lingkungan tempat pendidikan berlangsung dipelihara dan dijaga demi mewujudkan Kampus Berkelanjutan Untad.
Penanaman pohon di kawasan rektorat melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, anggota Dewas, dosen, hingga tenaga kependidikan. Keterlibatan luas ini menunjukkan bahwa agenda lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya unit tertentu, dan perlu menjadi budaya di lingkungan Kampus Berkelanjutan Untad.
Kampus adalah ruang hidup bagi ribuan orang, sehingga kualitas lingkungannya sangat memengaruhi kenyamanan dan kualitas kehidupan akademik. Kawasan yang lebih hijau dan teduh tidak hanya memperindah, tetapi juga menciptakan ruang pendidikan yang lebih nyaman dan kondusif untuk mendukung visi Kampus Berkelanjutan Untad.
Memasuki usia ke-45, Untad menghadapi tantangan untuk terus berkembang tanpa mengabaikan lingkungan sekitar. Penanaman pohon menjadi simbol komitmen ini; seperti pohon yang membutuhkan perawatan dan konsistensi untuk tumbuh, demikian pula komitmen terhadap lingkungan kampus.
Momentum Dies Natalis ke-45 Untad menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kampus dipersiapkan menghadapi masa depan. “Pohon yang ditanam di depan Gedung Rektorat hari ini mungkin belum memberikan keteduhan dalam waktu dekat. Namun, ketika tumbuh besar, pohon tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan institusi juga membutuhkan investasi yang manfaatnya baru dirasakan oleh generasi mendatang,” kata Prof Dr Ir Amar, Rektor Universitas Tadulako, menegaskan pentingnya mewujudkan Kampus Berkelanjutan Untad.
Bagi Universitas Tadulako, penghijauan adalah simbol bagaimana sebuah perguruan tinggi membangun masa depan: bertumbuh secara akademik, berinovasi dalam pendidikan, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap layak dihuni dan diwariskan sebagai sebuah Kampus Berkelanjutan Untad.






