PALU, BULLETIN – Masyarakat di Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, aktif menyampaikan berbagai keluhan serta aspirasi terkait kondisi fasilitas publik Palu dan layanan dasar kepada anggota DPRD Kota Palu, Zet Pakan, dalam kegiatan reses caturwulan II masa persidangan 2024-2029 yang digelar Selasa (18/08/2026) malam. Forum ini menjadi sarana penting bagi warga untuk menyuarakan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk isu-isu seputar penutupan jalan saat Car Free Day (CFD) dan kebutuhan penerangan jalan.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga mencakup berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, mulai dari pelayanan publik, kondisi fasilitas umum, akses jalan, hingga kebutuhan penerangan. Selain itu, dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian utama yang disuarakan oleh warga, menunjukkan beragamnya kebutuhan terkait fasilitas publik khusnya di kecamatan mantikulore.
Salah satu keluhan mendesak yang disampaikan adalah mengenai penutupan ruas jalan selama kegiatan CFD setiap hari Minggu. Warga meminta agar pengaturan waktu penutupan jalan lebih diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang hendak beribadah.
Mereka menekankan pentingnya menjaga akses menuju rumah ibadah yang berada di jalur terdampak penutupan, memastikan kegiatan keagamaan tidak terhambat oleh pelaksanaan CFD yang merupakan fasilitas publik Palu.
Selain masalah CFD, warga juga mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan Buku Masomba. Penerangan jalan dianggap krusial untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam hari. Isu rambu-rambu lalu lintas juga tak luput dari perhatian, dengan warga meminta penambahan atau penataan rambu di sejumlah ruas jalan guna memperbaiki kondisi fasilitas publik Palu secara keseluruhan.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan UMKM, termasuk kebutuhan pendampingan bagi para pelaku usaha agar dapat meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis mereka. Ini menunjukkan bahwa fasilitas publik Palu tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga dukungan ekosistem ekonomi lokal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota DPRD Kota Palu Zet Pakan menyatakan bahwa semua aspirasi masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan bersama mitra kerja DPRD sesuai bidang masing-masing. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa suara warga ke tingkat kebijakan, termasuk isu-isu krusial terkait fasilitas publik Palu.
Terkait retribusi pelayanan persampahan, Zet Pakan menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat perlu dinilai secara proporsional dengan kualitas pelayanan yang telah diberikan pemerintah.
“Retribusi yang bapak ibu sampaikan dengan suasana Kota Palu yang bersih dan nyaman setelah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, mereka anggap sesuai karena sesuai juga dengan yang mereka dapatkan,” kata Zet Pakan, anggota DPRD Kota Palu Komisi C.
Meskipun demikian, Zet menegaskan bahwa dirinya tetap akan mendorong peningkatan pelayanan, termasuk penambahan armada dan petugas kebersihan. Komitmen ini penting untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas publik Palu.
“Namun karena saya di Komisi C, saya tetap mendorong untuk armada ditambah, petugas ditambah,” ujarnya.
Zet Pakan menekankan bahwa aspirasi masyarakat tidak akan berhenti di forum reses, melainkan akan diteruskan melalui pembahasan di DPRD dan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah serta mitra kerja terkait. Reses, menurutnya, adalah bagian vital dari fungsi DPRD untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terintegrasi dalam kebijakan dan program pembangunan Kota Palu, khususnya terkait fasilitas publik Palu.
Pelaksanaan Reses Dapil I melibatkan Koordinator Pelaksanaan H. Agussalim, Yulianti Pakiding, dan Bayu Febrianto bersama staf pendamping Nuryamina dan Rifki.






