BOGOR, BULLETIN – Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi mendalam terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta proses pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertempat di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (23/08).
Evaluasi ini, yang menjadi bagian penting dari agenda Presiden, bertujuan untuk memastikan seluruh instruksi pemerintah terkait penanganan bencana telah ditindaklanjuti secara efektif di lapangan. Prabowo mengevaluasi Karhutla Kalimantan dengan serius, mengingat dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sepanjang Minggu sore hingga malam, Prabowo telah memanggil sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk membahas berbagai persoalan strategis. Pertemuan dengan jajaran TNI menjadi sesi terakhir dari rangkaian pembahasan tersebut. Fokus utama pertemuan adalah penanganan Karhutla Kalimantan dan bantuan untuk NTT.
“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Pembahasan bersama jajaran TNI menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada penanganan bencana di lokasi, tetapi juga pada mobilisasi bantuan dan dukungan melalui jalur udara. Prabowo mengevaluasi Karhutla Kalimantan serta memastikan kelancaran distribusi logistik.
Kebutuhan tersebut menjadi penting untuk wilayah terdampak yang memiliki keterbatasan akses darat, sehingga dukungan penerbangan dapat mempercepat pengiriman logistik maupun peralatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat dan pemulihan. Penanganan Karhutla Kalimantan memerlukan respons cepat dan efisien.
Untuk Kalimantan, evaluasi diarahkan pada tindak lanjut penanganan karhutla. Sementara di NTT, pemerintah memantau pelaksanaan dukungan bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa bumi. Prabowo mengevaluasi Karhutla Kalimantan sebagai prioritas untuk mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Rapat tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan instruksi yang telah diberikan Presiden tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi operasi dan bantuan di lapangan. Koordinasi lintas sektor sangat vital, terutama dalam penanganan Karhutla Kalimantan.
Keterlibatan Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan dalam evaluasi memperlihatkan pentingnya dukungan unsur pertahanan dalam menghadapi situasi bencana dan kondisi darurat. Koordinasi lintas sektor diperlukan karena karakter persoalan di Kalimantan dan NTT berbeda.
Karhutla membutuhkan respons cepat untuk mengendalikan titik api dan mencegah perluasan dampak, sedangkan wilayah terdampak gempa membutuhkan dukungan pemulihan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pertemuan di Hambalang menjadi bagian dari rangkaian evaluasi pemerintah untuk memastikan kedua persoalan tersebut mendapat penanganan sesuai kebutuhan lapangan.






