Anwar Hafid Pasang Target 10 Besar PON 2028, POPDA Sulteng Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda

  • Whatsapp
POPDA XXIV Sulteng
Anwar Hafid Pasang Target 10 Besar PON 2028, POPDA Sulteng Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda. (Foto:Ist)

BUOL, BULLETIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XXIV Sulawesi Tengah 2026 resmi dibuka di Kabupaten Buol pada Selasa, 25/08/2026 malam. Ajang POPDA XXIV Sulteng ini menjadi wadah penting untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang diproyeksikan akan memperkuat Sulawesi Tengah pada kompetisi olahraga tingkat nasional, khususnya PON 2028.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara langsung membuka POPDA XXIV Sulteng di Alun-Alun Kantor Bupati Buol. Pembukaan ini dihadiri oleh kontingen atlet, pelatih, ofisial, dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, menandai dimulainya persaingan sehat di antara para pelajar.

Target besar telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui gelaran POPDA XXIV Sulteng kali ini. Ajang olahraga pelajar ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian integral dari proses menemukan dan mengembangkan talenta muda. Pemerintah daerah berharap dapat mempersiapkan atlet-atlet untuk menghadapi persaingan di kancah nasional.

Anwar Hafid bahkan menargetkan agar Sulawesi Tengah mampu menembus 10 besar peraih medali emas pada PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Target ini membutuhkan pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan sejak usia dini, yang salah satunya difasilitasi oleh POPDA XXIV Sulteng.

Menurut Anwar Hafid, target tersebut tidak dapat dicapai secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak usia pelajar melalui kompetisi yang terukur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, POPDA XXIV Sulteng menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi pembinaan atlet muda yang telah berjalan dan memetakan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Saya berharap POPDA ini melahirkan atlet-atlet yang nantinya menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi yang mampu meraih 10 besar pada PON 2028,” kata Anwar Hafid.

Bukan Sekadar Mengejar Medali

Gubernur mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Kemampuan bertanding harus berjalan seiring dengan sportivitas dan pendidikan, aspek penting yang ditanamkan dalam POPDA XXIV Sulteng.

Menurutnya, para peserta POPDA XXIV Sulteng masih berada dalam fase penting pembentukan karakter. Oleh karena itu, pengalaman bertanding harus menjadi bagian dari proses belajar, bukan semata-mata mengejar medali. Pesan ini menekankan pentingnya pengembangan karakter di samping prestasi olahraga.

“Hanya yang terbaiklah yang berhak menjadi juara. Tampilkan kemampuan semaksimal mungkin, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas. Sebagai atlet pelajar, pendidikan di sekolah dan pendidikan olahraga sama-sama penting untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik. Atlet muda juga membutuhkan pendidikan dan karakter yang kuat agar mampu berkembang dalam jangka panjang, sebuah filosofi yang mendasari pelaksanaan POPDA XXIV Sulteng.

Berita Pilihan :  San Diego FC Dekati Playoff MLS Usai Kalahkan Colorado 3-0

Dengan demikian, POPDA XXIV Sulteng diharapkan tidak berhenti pada penentuan juara setiap cabang olahraga, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berkualitas sekaligus memiliki karakter kompetitif dan menjunjung sportivitas.

Buol Jadi Ruang Pertemuan Atlet Muda

Pemilihan Kabupaten Buol sebagai tuan rumah juga memberikan makna tersendiri bagi penyelenggaraan POPDA XXIV Sulteng. Selama pelaksanaan kegiatan, atlet dan pendamping dari berbagai daerah berkumpul di salah satu wilayah di bagian utara Sulawesi Tengah tersebut.

Bagi Anwar Hafid, pertemuan itu bukan hanya mempertemukan peserta dalam arena pertandingan, tetapi juga membuka ruang interaksi antarpelajar dari berbagai latar belakang daerah. Hal ini memperkaya pengalaman para peserta POPDA XXIV Sulteng.

Ia berharap para peserta membawa pulang pengalaman mengenai keberagaman Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat rasa persaudaraan. “Saya berharap POPDA ini tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat persaudaraan kita,” tuturnya.

Anwar Hafid juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Buol dan masyarakat setempat yang menjadi tuan rumah. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi pembukaan dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan atmosfer positif selama pelaksanaan kompetisi POPDA XXIV Sulteng.

Dari POPDA Menuju Panggung Nasional

POPDA XXIV Sulteng pada akhirnya menjadi salah satu tahapan panjang menuju cita-cita yang lebih besar. Atlet yang bertanding di Buol tidak hanya membawa nama sekolah atau daerah asal, tetapi memiliki peluang untuk masuk dalam radar pembinaan olahraga Sulawesi Tengah.

Mereka yang menunjukkan performa terbaik dalam POPDA XXIV Sulteng dapat menjadi bagian dari proses seleksi dan pembinaan berikutnya menuju kompetisi yang lebih tinggi. Ini adalah kesempatan emas bagi para pelajar untuk meniti karier di dunia olahraga.

Karena itu, persaingan selama POPDA XXIV Sulteng diharapkan menjadi awal bagi lahirnya generasi baru atlet Sulawesi Tengah. Konsistensi pembinaan dari ajang ini sangat penting untuk mencapai target besar pada PON 2028.

Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, kompetisi pelajar seperti POPDA XXIV Sulteng dapat menjadi fondasi untuk menjawab target besar pemerintah daerah pada PON 2028. Ini menunjukkan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan investasi masa depan.

“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan majulah olahraga Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid menutup sambutannya. Pembukaan POPDA XXIV Sulteng 2026 pun menandai dimulainya perjuangan para atlet pelajar untuk merebut prestasi. Namun lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ujian awal apakah bakat-bakat muda Sulawesi Tengah mampu dipoles menjadi kekuatan olahraga yang dapat bersaing di panggung nasional.

Pos terkait