PARIGI MOUTONG, BULLETIN – Banjir bandang Avolua menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/8/2026) dini hari. Bencana ini menyebabkan puluhan rumah terendam dan memaksa sekitar 50 warga mengungsi ke tempat lebih aman setelah hujan deras memicu luapan sungai.
Peristiwa banjir bandang Avolua ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA setelah hujan lebat terus-menerus. Air sungai meluap dengan cepat, menggenangi jalan utama dan permukiman penduduk, khususnya di Dusun 2 Desa Avolua.
Data dari Pusat Data dan Informasi BPBD Sulawesi Tengah mencatat, sebanyak 73 kepala keluarga atau 251 jiwa terdampak langsung oleh banjir bandang Avolua. Dari jumlah tersebut, 15 KK atau 50 jiwa harus mengungsi akibat dampak bencana ini.
Kerusakan akibat banjir bandang Avolua cukup parah. Sebanyak 11 unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat, sementara 46 rumah lainnya rusak ringan atau terendam air. Banjir bandang Avolua juga merusak infrastruktur umum dan pribadi lainnya.
Pagar pabrik durian dilaporkan rusak, sementara sembilan sepeda motor, dua forklift, dan empat mobil pribadi ikut terendam oleh banjir bandang Avolua. Dampak signifikan juga terjadi pada Jalan Trans Sulawesi yang tertimbun material kayu dan lumpur sepanjang 500 meter, mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Banjir bandang Avolua turut memengaruhi layanan air bersih. Satu unit fasilitas Pamsimas terdampak, menyebabkan pasokan air bersih terhenti hingga sore hari. Meskipun air sudah surut, material lumpur dan kayu masih menutupi badan jalan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang Avolua ini. BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong segera melakukan penilaian awal dan berkoordinasi untuk penanganan dampak pasca bencana. Penanganan dan pembersihan material lumpur menjadi prioritas saat ini.
Warga yang terdampak banjir bandang Avolua sangat membutuhkan bantuan logistik dasar. Kebutuhan mendesak meliputi makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, dan logistik untuk penanganan bencana. Selain itu, normalisasi sungai serta pembersihan rumah-rumah warga juga menjadi krusial pasca banjir bandang Avolua.






