TIJUANA, BULLETIN – Tijuana Xolos sukses menundukkan Pumas UNAM dengan skor 2-0 pada jornada keenam Liga MX Apertura 2026 di Estadio Caliente, Minggu (12/05). Ketenangan Gilberto Mora dalam mengeksekusi dua penalti menjadi penentu kemenangan tim tuan rumah, terutama setelah Pumas bermain dengan 10 pemain.
Pertandingan berjalan ketat tanpa gol di babak pertama, namun jalannya laga berubah drastis setelah jeda. Dua pelanggaran di kotak penalti serta kartu merah untuk Pablo Bennevendo dari Pumas membuat Tijuana mampu memanfaatkan momentum.
Pumas sebenarnya mengawali pertandingan dengan lebih agresif. Pada menit kelima, Uriel Antuna mengancam dari sisi kanan dan bola kemudian diterima Víctor Arteaga, yang memaksa kiper Tijuana, Antonio Rodríguez, melakukan penyelamatan penting.
Tijuana secara bertahap menemukan ritme permainan mereka. Memasuki pertengahan babak pertama, Xolos mulai lebih sering menekan pertahanan Pumas. Gilberto Mora sempat mendapatkan peluang pada menit ke-27 dari bola muntah di dalam kotak penalti, namun tembakannya masih melebar dari gawang.
Francisco González juga mencoba peruntungan dengan tembakan dari area berbahaya, namun usahanya belum membuahkan hasil. Di sisi lain, Pumas tetap mampu menciptakan ancaman sebelum jeda melalui Arteaga, yang tembakannya dari luar kotak penalti kembali diuji oleh Rodríguez. Penjaga gawang Tijuana ini tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut, sehingga skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Kebuntuan akhirnya pecah enam menit setelah babak kedua dimulai. Pada menit ke-51, Rubén Duarte melakukan pelanggaran terhadap Mourad El Ghezouani di dalam kotak penalti menyusul situasi sepak pojok. Wasit César Ramos tanpa ragu menunjuk titik putih.
Gilberto Mora maju sebagai eksekutor penalti pertama. Pemain muda Meksiko itu menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang. Meskipun Keylor Navas bergerak ke arah yang sama, ia tidak mampu menjangkau bola, membuat Tijuana unggul 1-0.
Masalah bagi Pumas semakin membesar delapan menit kemudian ketika Pablo Bennevendo diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran keras terhadap El Ghezouani. Pumas harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, memberikan keuntungan jumlah bagi Tijuana.
Unggul jumlah pemain membuat Tijuana semakin leluasa dalam mengontrol pertandingan, meskipun Pumas belum menyerah sepenuhnya. Pedro Vite hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-72 melalui tembakan jarak jauh, tetapi Rodríguez kembali menjadi penyelamat dengan menepis bola melewati mistar gawang. Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan terbaik Pumas untuk menghidupkan kembali pertandingan.
Namun, Tijuana justru berhasil mendapatkan pukulan kedua. Pada menit ke-79, Duarte kembali melakukan pelanggaran terhadap El Ghezouani di dalam kotak penalti. Setelah melalui pemeriksaan VAR, wasit memastikan penalti kedua untuk tuan rumah. Sekali lagi, Gilberto Mora berdiri di depan bola, dan ia tidak gagal. Mora mengarahkan bola ke sisi kiri gawang, sementara Navas bergerak ke arah berlawanan. Gol pada menit ke-81 tersebut mengubah skor menjadi 2-0 dan melengkapi brace sang gelandang muda. Ketenangan Gilberto Mora dalam mengeksekusi penalti ini menjadi krusial.
Dua gol dari Gilberto Mora bukan hanya menentukan skor akhir, tetapi juga menunjukkan bagaimana Tijuana mampu mengubah tekanan menjadi keuntungan setelah pertandingan memasuki fase krusial. Sebaliknya, Pumas kehilangan momentum setelah Bennevendo diusir keluar lapangan. Dengan 10 pemain, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sangat terbatas.
Tijuana kemudian memainkan sisa pertandingan dengan lebih terkontrol, memastikan Pumas tidak mampu menciptakan gol balasan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan 2-0 memastikan tiga poin vital bagi Xolos. Bagi Pumas, kekalahan tersebut menjadi malam yang sulit karena mereka gagal memanfaatkan awal pertandingan yang menjanjikan dan harus membayar mahal kesalahan di area penalti mereka.
Bagi Gilberto Mora, laga tersebut menjadi panggung penting untuk menunjukkan kemampuannya. Dua eksekusi penalti yang sukses menjadikannya sosok paling menentukan dalam kemenangan Tijuana atas Pumas. Kesuksesan Gilberto Mora ini juga mengindikasikan prospek cerah bagi karirnya di masa depan.






