Ustaz Riza Muhammad Disorot karena Konten Pamer Otot, Warganet Pertanyakan Citra Pendakwah

  • Whatsapp
Ustaz Riza Muhammad
Ustaz Riza Muhammad (Foto:Captured ig)

JAKARTA, BULLETIN – Aktivitas olahraga Ustaz Riza Muhammad kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sorotan warganet kali ini bergeser, bukan lagi mempersoalkan kegiatan olahraganya, melainkan citra dirinya sebagai seorang pendakwah di ruang publik digital. Konten yang memperlihatkan tubuh berotot dan pakaian olahraga dinilai sebagian warganet kurang sesuai dengan ekspektasi terhadap seorang figur agama.

Perdebatan seputar konten Ustaz Riza Muhammad ini mengemuka seiring seringnya sang ustaz membagikan aktivitas kebugarannya di berbagai platform media sosial. Meskipun olahraga adalah kegiatan positif, cara penyajiannya menimbulkan pertanyaan tentang batas antara gaya hidup pribadi dan identitas sebagai pendakwah.

Ustaz Riza Muhammad diketahui telah lama menjalani rutinitas olahraga, seperti gym dan renang, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dokumentasi aktivitasnya di pusat kebugaran bahkan sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Ia pernah menjelaskan bahwa olahraga adalah bagian penting dari gaya hidupnya.

Namun, sebagian warganet merasa keberatan dengan pemilihan busana dan penonjolan bentuk tubuh dalam konten tersebut. Mereka menilai akun yang juga digunakan untuk dakwah seharusnya memperhatikan keselarasan antara identitas dan konten yang ditampilkan. Kritik serupa terhadap Ustaz Riza Muhammad sebenarnya bukan kali pertama terjadi.

Pada 2024, unggahan olahraga Ustaz Riza Muhammad dengan pakaian tanpa lengan juga memicu perdebatan. Warganet mempertanyakan kesesuaian penampilan tersebut dengan ekspektasi masyarakat terhadap seorang pendakwah. Konten olahraga Ustaz Riza Muhammad kembali menjadi sorotan setahun berikutnya.

Di tahun 2025, Ustaz Riza Muhammad mengunggah aktivitas gym dengan pakaian olahraga yang memperlihatkan bagian dada dan otot lengannya. Unggahan ini kembali menimbulkan polemik dan diskusi tentang bagaimana seorang ustaz sebaiknya tampil di ruang publik digital. Perdebatan ini lebih luas mengenai personal branding figur agama di era media sosial yang serba terbuka.

Berita Pilihan :  Imelda Liliana Sambut Istri Menteri ESDM di Palu Bahlil : Perkuat Sinergi Daerah

Sebagai figur publik, seorang pendakwah tidak hanya dinilai dari materi dakwahnya. Aktivitas personal yang diunggah di media sosial juga turut membentuk persepsi publik terhadap dirinya. Olahraga, di satu sisi, adalah aktivitas positif untuk menjaga kebugaran, dan Ustaz Riza Muhammad memang telah lama menjadikannya rutinitas.

Di sisi lain, pengikut Ustaz Riza Muhammad memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap akun seorang pendakwah dibandingkan dengan akun influencer kebugaran. Ketika konten fisik dan kebugaran tampil begitu menonjol, pertanyaan mengenai kesesuaian antara karakter konten dan identitas pemilik akun pun muncul. Beberapa warganet bahkan menyarankan agar konten kebugaran yang lebih personal dipisahkan dari kanal utama dakwah.

Ustaz Riza Muhammad sebelumnya pernah menanggapi kritik terkait kebiasaannya berolahraga. Dalam sebuah pemberitaan pada Agustus 2026, ia menyatakan tidak mempermasalahkan cibiran terkait tubuhnya. Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan berolahraga yang ia jalani terinspirasi dari ajaran Rasulullah SAW. Langit7.id memberitakan respons ini.

Dengan demikian, polemik mengenai unggahan olahraga Ustaz Riza Muhammad bukanlah hal baru. Yang berubah adalah cara publik memaknai kehadiran seorang pendakwah di media sosial. Batas antara kehidupan pribadi, gaya hidup, dakwah, dan personal branding menjadi semakin tipis di era digital saat ini. Kritik warganet ini dapat dilihat sebagai pandangan sebagian pengguna media sosial, bukan sebagai kesimpulan bahwa aktivitas olahraga atau pakaian tersebut secara objektif salah. Perdebatan lebih banyak berkisar pada ekspektasi publik terhadap figur agama dan bagaimana seorang pendakwah mengelola citranya di ruang digital.

Pos terkait