PALU,BULLETIN.ID – Persoalan drainase lingkungan kembali menjadi keluhan warga dalam agenda reses Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Mukhlis Aca. Warga Jalan Anggur, Lorong Anggur Indah Nur Seri, mengeluhkan air hujan yang kerap masuk ke rumah akibat saluran pembuangan yang tidak berfungsi dengan baik.
Keluhan tersebut disampaikan Zulvia, salah seorang warga, saat Mukhlis Aca menggelar penjaringan aspirasi masyarakat atau reses Caturwulan III Masa Persidangan Tahun 2026, Jumat (6/11/2026).
Menurut Zulvia, persoalan itu terutama muncul ketika hujan turun. Air dari sejumlah rumah yang berada di posisi lebih tinggi mengalir ke rumah warga di bagian bawah. Kondisi drainase yang lebih tinggi dari badan jalan turut menyebabkan air meluap dan masuk ke rumah.
Sedikitnya empat rumah mengalami dampak genangan dan kondisi becek. Namun, rumah Zulvia menjadi salah satu yang paling terdampak karena berada di area yang lebih rendah .
“Jalannya agak turun dari drainase, jadi kalau hujan, air dari drainase masuk ke rumah,” keluhnya.
Persoalan tersebut, kata Zulvia, sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait. Bahkan, partai golkar pernah melakukan pengukuran lokasi setelah warga mengusulkan perbaikan. Namun, hingga kini pekerjaan fisik belum terealisasi.
Warga mengaku telah mengusulkan penanganan sejak awal tahun lalu. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi segera menghadirkan solusi agar rumah tidak terus menjadi tempat limpasan air setiap musim hujan.
“Kami minta kalau belum bisa pengerasan jalan, minimal paving. Nanti juga dibuatkan saluran kurang lebih 50 meter,” harapnya.
Keluhan ini memperlihatkan bahwa persoalan infrastruktur lingkungan bukan semata-mata menyangkut kondisi jalan, tetapi juga sistem drainase yang menentukan keamanan dan kenyamanan rumah warga.
Dalam reses tersebut, Mukhlis Aca turut menerima berbagai aspirasi lain, termasuk persoalan bantuan masyarakat yang berkaitan dengan pemutakhiran data desil. Warga perlu mengetahui mekanisme pembaruan data melalui kelurahan karena kategori kesejahteraan menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran bantuan.
Persoalan ini juga menjadi perhatian karena perubahan kondisi ekonomi keluarga tidak selalu langsung tercermin dalam data administrasi yang digunakan pemerintah.
Kegiatan penjaringan aspirasi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Dinas Koperasi dan UMKM, serta pendamping dari sekretariat DPRD Kota Palu Rifki dan Sitti Hardiyanti Putri.
Kehadiran perangkat daerah dalam reses diharapkan dapat mempertemukan keluhan masyarakat dengan instansi yang memiliki kewenangan menangani persoalan tersebut.
Kebutuhan paling mendesak adalah pembenahan drainase dan saluran pembuangan sepanjang sekitar 50 meter. Mereka berharap usulan yang telah berulang kali disampaikan tidak kembali berhenti pada tahap pendataan, melainkan berlanjut menjadi pekerjaan nyata.
Sebab, bagi warga yang rumahnya terus terdampak setiap kali hujan turun, perbaikan drainase bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi kebutuhan untuk mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang aman dan layak.






