PALU, BULLETIN.ID — Momentum Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Palu untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan membangun solidaritas masyarakat. Melalui program berbagi kurban, Pemkot menyalurkan sebanyak 35 ekor sapi kepada warga di seluruh kelurahan di Kota Palu, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan kebersamaan umat.
Penyaluran hewan kurban ini diumumkan secara resmi usai pelaksanaan Salat Iduladha yang dipusatkan di Lapangan Vatulemo, Jumat pagi (6/6/2025). Ribuan umat Islam memadati lapangan dalam suasana khusyuk, dihadiri oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE, dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Palu.
“Kurban bukan sekadar ibadah, tetapi juga jalan untuk memperkuat empati dan keadilan sosial. Kami ingin memastikan bahwa momen sakral ini bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota dalam membangun kota yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing melalui pendekatan spiritual dan sosial. Hewan kurban yang disalurkan ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antarwarga di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengapresiasi langkah Pemkot Palu yang dinilai mampu menggabungkan semangat religius dan semangat pembangunan sosial. Ia menyebut model seperti ini sebagai bentuk nyata pembangunan berbasis nilai.
Khutbah Iduladha yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, juga menegaskan pentingnya toleransi dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa. “Toleransi, solidaritas, dan persaudaraan adalah aset utama dalam membangun harmonisasi dan kemajuan bersama,” katanya.
Sementara yang bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat adalah Dr. Sharaf Ali Othman Mutyr, Dewan Guru Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Insan Cita Indonesia.
Langkah Pemkot Palu ini mempertegas peran pemerintah daerah dalam memperkuat dimensi spiritual dan sosial dalam pembangunan kota. Distribusi 35 ekor sapi kurban ini tidak hanya menunaikan amanah agama, tapi juga membangun rasa saling peduli dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.






