PALU, BULLETIN – TK Negeri Pembina Palu pada memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45. Kamis (26/7/2026). Acara puncaknya adalah Deklarasi Anti Bullying Palu sebagai komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.
Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Tujuannya adalah mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Melalui inisiatif ini, TK Negeri Pembina Palu menegaskan fokusnya pada perlindungan anak.
Kegiatan yang berlangsung meriah di kompleks TK Negeri Pembina Palu tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Hardi, S.Pd., M.Pd. Turut hadir pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru, orang tua peserta didik, serta seluruh siswa. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya anti bullying.
Rangkaian acara diawali dengan berbagai penampilan seni dari para peserta didik. Mereka menampilkan tarian dan menyanyikan lagu-lagu bertema anak, menunjukkan kreativitas dan kegembiraan. Penampilan ini menjadi wujud sukacita dalam merayakan Hari Anak Nasional dan HUT ke-45 TK Negeri Pembina Palu.
Puncak acara melibatkan pembacaan Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Anak oleh seluruh peserta. Ini merupakan bentuk komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Penandatanganan Deklarasi Anti Bullying Palu menjadi simbol nyata upaya ini.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Deklarasi Anti Bullying dan Stop Kekerasan TK Negeri Pembina Palu. Para pejabat, guru, serta orang tua siswa turut membubuhkan tanda tangan. Peserta didik juga memberikan cap tangan berwarna pada spanduk deklarasi, simbol dukungan terhadap gerakan sekolah ramah anak dan penolakan terhadap perundungan di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, H. Hardi, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, menyampaikan apresiasi. Ia memuji kolaborasi dan komunikasi yang baik antara TK Negeri Pembina Palu dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu membangun komunikasi yang baik, mendengarkan suara anak, menanamkan nilai-nilai demokrasi, serta memastikan setiap anak terlindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.
“Mari kita sayangi anak, lindungi anak, dan bangun masa depan mereka. Anak-anak adalah anugerah sekaligus generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” kata H. Hardi, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.
Sementara itu, Kepala TK Negeri Pembina Palu, Hapsa, S.Pd., M.Pd., berharap peringatan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan HUT ke-45 sekolah dapat menjadi penguat komitmen. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang damai, rukun, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun bentuk kekerasan lainnya. Inilah esensi dari Deklarasi Anti Bullying Palu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Harapannya agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang santun, disiplin, berakhlak mulia, serta mampu berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 dan HUT ke-45 TK Negeri Pembina Palu, seluruh warga sekolah bersama orang tua dan pemerintah menegaskan komitmen. Tujuannya untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak, demi melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.






