MOROWALI, BULLETIN.ID – Puluhan jurnalis hingga NGO mengikuti pelatihan jurnalistik dengan menarasikan praktik bisnis berkelanjutan, kolaborasi Pt. Vale Indonesia Tbk dan Jurnalis Wanita Indonesia (JUWITA). Senin (21/07/2024).
Pelatihan jurnalistik merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kapasitas generasi muda, khususnya jurnalistik dalam membingkai narasi bisnis yang inklusif, ramah lingkungan, dan berpihak pada keberlanjutan.
Selain materi dari narasumber yang kompoten, peserta juga mengikuti visit to mining area hydroseeding, area reklamasi, sosial area yakni TPS3R One putu jaya, dan wilayah pertanian organik ululera binaan Pt Vale. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari di Morowali dari tanggal 21-22 juli 2025.
Ketua JUWITA, Kartini Nainggolan, mengatakan pelatihan itu lahir dari kebutuhan mendesak untuk menghadirkan narasi publik yang lebih kritis, objektif, dan konstruktif terkait isu keberlanjutan, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti Morowali.
Menurutnya, pesatnya pembangunan di Sulteng khususnya Kabupaten Morowali dalam satu dekade terakhir membawa tantangan baru bagi kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
“JUWITA bukan hanya organisasi untuk jurnalis perempuan, tetapi ingin menjadi bagian dari masyarakat, belajar, berinteraksi, dan berkontribusi langsung. Kami percaya, jurnalisme memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Kartini.
Melalui pelatihan itu, Kartini berharap para peserta tidak hanya memperkuat kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk menjadi bagian dari gerakan literasi lingkungan.
“Kita ingin para jurnalis muda mampu menyuarakan cerita-cerita tentang reklamasi, konservasi, agroforestry, dan upaya pelestarian lingkungan yang kerap luput dari pemberitaan media arus utama, Jelas Kartini.
Pelibatan Masyarakat, NGO, hingga mahasiswa diharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang isu-isu lingkungan, serta memberdayakan mereka untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui pelaporan yang bertanggung jawab dan berbasis data. Selain itu mereka juga diharapkan memperkuat kapasitas Masyarakat, mengadvokasi kebijakan serta membangun kemitraan berkelanjutan.
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, mengatakan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal praktik, tetapi juga tentang keterbukaan komunikasi agar masyarakat dapat melihat langsung komitmen perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan secara inklusif dan transparan.
“Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen bersama antara PT Vale dan para jurnalis untuk menggabungkan praktik pertambangan berkelanjutan, khususnya di Morowali. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk memperkuat narasi berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Vanda.
Dia menilai kolaborasi yang dilakukan melalui pelatihan jurnalistik adalah bentuk komitmen jurnalis untuk turut berkampanye bersama PT Vale dalam menuju praktek berkelanjutan khususnya di wilayah Kabupaten Morowali.
“Kegiatan menyambut HUT Vale ke-57 ini untuk memastikan pertambangan berkelanjutan bisa sama-sama kita gaungkan,” tutup Vanda.

Marhum, salah seorang peserta mengatakan kegiatan pelatihan seperti ini jarang didapatkan, terlebih saat diajak berkunjung ke site. “harapannya kegiatan ini bisa berlanjut mungkin ada tema-tema yang lain soal keberlanjutan yang bisa dibuat kembali oleh juwita kolaborasi dengan PT Vale” harapnya.,
Fausiah yang juga salah satu peserta mengatakan, bahwa kegiatan ini dapat mengasah kemapuannya di dunia jurnalistik, dia mengaku banyak mendapatkan pengetahuan tambahan. “awalnya saya belajar hanya mengikut-mengikut orang tua, tapi dengan mengikuti pelatihan ini, ilmu yang saya tidak bisa dapat diluar, saya bisa dapatkan dipelatihan ini” kata Fausiah.
Ia berharap Kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut, dan melibatkan orang-orang yang perlu dibimbing dalam dunia jurnalistik ssehingga bisa mengasa kemampuan jurnalitik di khsususnya di wilayah Marowali.
Selama peride 2015-2024 Pt vale Indonesia Tbk site Morowali telah melakukan melakukan program sosial 17 desa area pemberdayaan kecamatan bungku timur, dan kecamatan bahodopi. (ind)






