LPKA Palu Cetak Lulusan Pendidikan Kesetaraan

  • Whatsapp
LPKA Palu Cetak Lulusan Pendidikan Kesetaraa. Foto:Ist

PALU, BULLETIN.ID –  Di balik masa lalu kelam yang pernah mereka jalani, tiga mantan anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu kini menunjukkan cahaya harapan yang nyata. Yoga, Arjuna, dan Amrin, yang dulunya pernah berhadapan dengan hukum, kini bangkit menjadi teladan setelah berhasil menuntaskan pendidikan kesetaraan Paket C, yang setara dengan jenjang Sekolah Menengah Atas.

Kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa tembok pembinaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik balik untuk tumbuh dan memperbaiki diri.

Ketiganya memiliki latar cerita yang berbeda, namun satu hal yang menyatukan: tekad kuat untuk berubah. Selama menjalani masa pembinaan, mereka aktif mengikuti program pendidikan, serta mengembangkan bakat dan minat dalam berbagai bidang.

Arjuna dan Amrin dikenal aktif di bidang kepramukaan dan musik hadroh, kerap tampil dalam kegiatan-kegiatan internal LPKA dan mengharumkan nama lembaga. Sementara Yoga menunjukkan dedikasinya lewat ajang bela diri kick boxing, mewakili LPKA Palu dalam berbagai event olahraga.

Kini, setelah bebas, ketiganya tak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan, tetapi juga mulai menata hidup secara mandiri. Yoga bahkan mendapat apresiasi khusus dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, karena telah diterima bekerja sebagai satpam di salah satu kantor swasta di Kota Palu.

“Yoga adalah contoh hasil pembinaan yang berhasil. Disiplin, bertanggung jawab, dan punya semangat kerja. Ini menunjukkan bahwa proses di LPKA Palu benar-benar berdampak,” ujar Bagus Kurniawan saat menyerahkan Ijazah Kesetaraan pada Rabu (23/7/2025) di LPKA Palu.

Bagus menambahkan bahwa keberhasilan ketiga mantan anak binaan ini tak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari pembimbing, tenaga pendidik, hingga mitra lembaga luar seperti Dinas Pendidikan Kota Palu dan PKBM.

Berita Pilihan :  Hakim Tolak Praperadilan Kasus PETI Parigi, Penetapan Tersangka Dinyatakan Sah

“Mereka telah membuktikan bahwa masa lalu bukanlah batas. Kami berharap kisah mereka bisa menginspirasi anak-anak binaan lainnya untuk tidak menyerah pada keadaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala LPKA Palu, Mohammad Kafi, mengaku bangga dengan capaian ketiga mantan anak binaannya. Menurutnya, ini adalah hasil dari pembinaan yang konsisten dan berfokus pada penguatan karakter serta pendidikan.

“Kami percaya, setiap anak punya peluang kedua. Yoga, Arjuna, dan Amrin adalah wajah-wajah harapan. Mereka berhasil keluar dari lingkaran kesalahan dan membangun kembali mimpi mereka,” terang Kafi.

Yoga mewakili teman-temannya, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas pembinaan yang ia terima selama berada di LPKA Palu.

“Dulu saya sempat berpikir masa depan saya sudah hancur. Tapi di sini saya belajar bahwa saya masih bisa berubah. Ijazah ini, dan pekerjaan saya sekarang, adalah awal dari hidup baru saya. Terima kasih untuk semua pembinaan dan dukungan dari para petugas,” ungkap Yoga.

Ketiganya kini melangkah ke masa depan dengan optimisme baru. Bukan hanya sebagai lulusan pendidikan kesetaraan, tetapi juga sebagai pribadi yang telah melalui proses perubahan.

Kisah mereka adalah pengingat bahwa pendidikan, pembinaan, dan kesempatan kedua dapat mengubah jalan hidup seseorang. Bahwa di balik jeruji dan batasan, harapan bisa tetap tumbuh selama ada tekad untuk berubah dari dukungan dari mereka yang percaya akan masa depan.

Pos terkait