KPID Gandeng Honda, Perkuat Edukasi Keselamatan Berkendara di Sulteng

  • Whatsapp
Edukasi Keselamatan Berkendara

PALU, BULLETIN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah bersama Main Dealer Honda Sulawesi Tengah berkolaborasi dalam kegiatan Honda eVun di Kantor KPID Sulawesi Tengah pada Rabu, 22/07, memperkuat program edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya safety riding dan penyebaran informasi edukatif.

Acara Honda eVun tidak hanya fokus pada materi edukasi keselamatan berkendara, tetapi juga menyediakan layanan servis gratis, program penjualan sepeda motor, dan kesempatan riding experience bagi para peserta. Kolaborasi antara KPID Sulteng dan Honda ini dianggap sebagai terobosan baru dalam menyosialisasikan pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Program seperti ini tentu sangat baik. Menurut saya, ini merupakan terobosan baru dari teman-teman CV Anugerah Perdana yang menggandeng KPID serta mengajak rekan-rekan media dan lembaga penyiaran untuk mengikuti edukasi keselamatan berkendara,” kata Andi Kaimuddin, Ketua KPID Sulteng.

Andi Kaimuddin juga menekankan pentingnya informasi yang diperoleh dalam edukasi keselamatan berkendara tersebut agar dapat diteruskan kepada masyarakat luas, terutama melalui media yang hadir. Ia mengapresiasi peningkatan materi yang disampaikan, dengan adanya penambahan unsur-unsur keselamatan berkendara yang lebih lengkap dibandingkan kegiatan sebelumnya.

Salah satu poin yang sangat diapresiasi adalah materi edukasi keselamatan berkendara yang bersifat umum, tidak hanya ditujukan untuk pengguna sepeda motor Honda. Hal ini memastikan bahwa seluruh pengendara sepeda motor dapat mengambil manfaat dari informasi yang diberikan, mendukung upaya peningkatan keselamatan berkendara secara menyeluruh.

KPID berharap kerja sama dengan Honda ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas, menyasar pengendara pemula seperti pelajar SMA. Penanaman kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini diharapkan mampu menciptakan generasi pengendara yang lebih bertanggung jawab.

Berita Pilihan :  Pemprov Sulteng Tolak Pencabutan FORNAS 2027, Desak KORMI Batalkan Keputusan Sepihak

Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai budaya berkendara yang aman, termasuk bahaya membonceng anak di bagian depan sepeda motor. Anak usia TK hingga SD sangat berisiko mengalami cedera serius saat pengereman mendadak atau kecelakaan jika ditempatkan di posisi tersebut.

Empat tips utama berkendara aman yang disampaikan meliputi memastikan kondisi aman sebelum berkendara, menghindari perilaku berkendara yang berisiko, melakukan prediksi bahaya di jalan, serta menerapkan teknik pengereman kombinasi. Semua materi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan prioritas keselamatan saat berkendara.

Pos terkait