Corinthians Kalah 1-2 dari Chapecoense, Krisis Makin Dalam

  • Whatsapp
Corinthians Kalah 1-2 dari Chapecoense, Krisis Makin Dalam

BRAZIL,BULLETIN.ID  — Corinthians kembali menelan kekalahan di Brasileirão setelah takluk 1-2 dari Chapecoense di Neo Química Arena, Minggu. Hasil tersebut memperpanjang krisis performa tim asuhan Fernando Diniz menjadi empat kekalahan beruntun di kompetisi liga.

Rentetan tersebut menjadi catatan yang mengkhawatirkan. Corinthians untuk pertama kalinya sejak 2007 mengalami empat kekalahan berturut-turut di liga. Tahun tersebut memiliki memori pahit bagi klub karena rangkaian hasil buruk akhirnya berujung pada satu-satunya degradasi Corinthians dari kasta tertinggi sepak bola Brasil.

Situasi itu membuat rentetan kekalahan saat ini memiliki dimensi lebih besar daripada sekadar kehilangan poin.

Periode buruk Corinthians dimulai pada 16 Agustus ketika mereka kalah 1-2 dari Cruzeiro di Itaquera. Seminggu kemudian, Corinthians kembali tumbang dengan skor yang sama saat bertandang ke markas Coritiba di Couto Pereira.

Krisis berlanjut ketika Santos datang ke Neo Química Arena. Corinthians kalah 0-1 pada pertandingan tersebut sebelum Chapecoense melengkapi rangkaian empat kekalahan dengan kemenangan 2-1 di kandang Corinthians.

Yang membuat catatan tersebut semakin mengkhawatirkan adalah tiga dari empat kekalahan terjadi di kandang sendiri. Neo Química Arena yang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatan Corinthians justru gagal memberikan keuntungan dalam periode terburuk mereka.

Bayang-bayang musim 2007

Catatan empat kekalahan beruntun terakhir kali terjadi pada 2007. Saat itu Corinthians secara berurutan kalah 0-1 dari Paraná, Botafogo, dan Palmeiras, sebelum kemudian takluk 1-2 dari Sport di Pacaembu dalam pertandingan pertama Nelsinho Baptista sebagai pelatih.

Musim tersebut berakhir tragis bagi Corinthians. Klub harus turun kasta setelah menjalani salah satu periode paling sulit dalam sejarahnya.

Meski kondisi saat ini tidak otomatis memiliki konsekuensi yang sama, kemunculan kembali statistik tersebut menjadi peringatan bahwa masalah performa Corinthians tidak bisa dipandang sebagai satu atau dua pertandingan buruk.

Berita Pilihan :  Debut Impresif Isak: Liverpool Pecah Telur Kemenangan di Kandang Ipswich

Chapecoense memutus rekor kandang Corinthians

Kekalahan dari Chapecoense juga membawa catatan tersendiri.

Sebelum pertandingan ini, Corinthians belum pernah kalah dari Chapecoense di Neo Química Arena. Dari delapan pertemuan sebelumnya di stadion tersebut, Corinthians mencatat empat kemenangan dan empat hasil imbang.

Namun, rekor positif tersebut akhirnya terputus.

Chapecoense justru mampu membalikkan keadaan setelah Corinthians lebih dulu berada dalam posisi unggul. Dua gol Marcinho memastikan tim tamu pulang membawa tiga poin sekaligus memperpanjang tekanan terhadap Corinthians.

Fokus langsung beralih ke Libertadores

Corinthians kini tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil buruk di liga. Perhatian segera beralih ke Copa Libertadores.

Tim Fernando Diniz akan menghadapi Estudiantes di Argentina pada leg pertama perempat final, Rabu, pukul 21.30 waktu setempat.

Pertandingan tersebut datang pada saat yang sangat menentukan. Di satu sisi, Corinthians membutuhkan respons cepat untuk menghentikan tren negatif. Di sisi lain, laga tandang melawan Estudiantes akan menjadi ujian besar bagi mental dan konsistensi tim setelah empat kekalahan beruntun.

Corinthians kini berada pada persimpangan penting musim ini. Rentetan kekalahan di Brasileirão telah membuka kembali kenangan buruk 2007, tetapi klub masih memiliki kesempatan untuk mengubah arah cerita.

Respons Corinthians di Argentina akan menjadi ujian pertama: apakah empat kekalahan beruntun hanya sebuah fase buruk, atau justru pertanda masalah yang lebih serius dalam perjalanan musim mereka.

Pos terkait