River Plate Menang 3-1, Renzo Pantich Soroti Kebangkitan River

  • Whatsapp
River Plate Menang 3-1, Renzo Pantich Soroti Tanda Kebangkitan dan Kembalinya Identitas La Banda

ARGENTINA,BULLETIN.ID – River Plate tidak sekadar mengamankan kemenangan 3-1 atas Independiente Rivadavia. Hasil tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih penting: River mulai kembali memainkan sepak bola yang selama ini melekat dengan identitas klub.

Pantich menilai kemenangan tersebut menjadi momentum ketika River kembali memperlihatkan keberanian menguasai permainan, membangun serangan secara kolektif, serta meningkatkan agresivitas di sepertiga akhir lapangan.

“Karena hari ini River bertemu kembali dengan sejarahnya,” ujar Pantich setelah pertandingan dilansir dari situs asing soydelmillo.

Menurutnya, tanda-tanda perubahan terlihat dari cara River memainkan bola. Kombinasi umpan pendek, aksi individu, hingga keberanian melakukan penetrasi menjadi bagian dari permainan yang dinilai sempat menghilang.

Pantich secara khusus menyoroti peran Thiago Almada. Ia melihat pemain bernomor 10 tersebut mulai menjalankan fungsi sebagai pengatur serangan sekaligus sumber identitas permainan River.

Almada dinilai bukan hanya menjadi pemain yang menghubungkan lini tengah dan depan, tetapi juga sosok yang memberikan kreativitas serta agresivitas yang dibutuhkan River ketika memasuki area pertahanan lawan.

Babak kedua menjadi titik balik

Meski memuji performa River secara keseluruhan, Pantich tidak menutup mata terhadap kelemahan pada babak pertama.

River disebut belum tampil maksimal sebelum turun minum. Gol pertama melalui Gonzalo Montiel menjelang akhir babak pertama memang memberikan keunggulan, tetapi permainan tim belum sepenuhnya menunjukkan dominasi yang diharapkan.

Perubahan justru terlihat setelah jeda.

River tampil lebih agresif dan terus menekan Independiente Rivadavia. Pantich menggambarkan pendekatan tersebut seperti seorang petinju yang terus memberikan tekanan hingga lawan akhirnya kehilangan kemampuan untuk bertahan.

Tekanan itu kemudian menghasilkan gol-gol berikutnya dan mengubah pertandingan menjadi milik River.

Gol kedua mencerminkan sepak bola kolektif

Salah satu hal yang paling mendapat perhatian Pantich adalah proses terciptanya gol kedua.

Menurutnya, gol tersebut bukan sekadar hasil dari penyelesaian akhir, melainkan buah dari rangkaian kombinasi antarpemain. Bola bergerak melalui Almada, Sebastián Driussi, Ángel Correa hingga akhirnya peluang diselesaikan Galván.

Rangkaian tersebut menjadi gambaran tentang sepak bola yang diinginkan Pantich: River tidak bergantung pada satu pemain untuk menciptakan peluang, tetapi membangun serangan melalui kerja sama banyak pemain.

Karena itu, gol tersebut dianggap lebih penting dari sekadar tambahan angka di papan skor. Prosesnya memperlihatkan kembali karakter permainan menyerang River.

Berita Pilihan :  Millwall Kalah Telak 0-3 dari Wrexham: Elkan Baggott Gagal Selamatkan Lini Belakang

Ángel Correa dan Galván menjadi sorotan

Ángel Correa juga mendapat perhatian khusus. Pantich menilai nomor 10 sangat cocok dikenakan Correa setelah melihat kontribusinya dalam membangun serangan.

Kemampuan Correa melewati lawan dan penetrasinya ke kotak penalti menjadi salah satu faktor yang membuat River mampu memberikan tekanan lebih besar.

Pantich bahkan menempatkan Galván sebagai pemain terbaik dalam pertandingan. Namun, ia menilai penampilan Correa berada tidak jauh di belakangnya.

Keduanya dianggap memperlihatkan bagaimana kualitas individu mulai menyatu dengan permainan kolektif River.

Ponzio dinilai mampu membaca kebutuhan tim

Selain para pemain, Pantich memberikan apresiasi kepada Leonardo Ponzio terkait pengambilan keputusan selama pertandingan.

Salah satu keputusan yang disoroti adalah ketika Montiel dipercaya mengambil penalti. Menurut Pantich, pemain yang menjadi eksekutor harus memiliki tingkat kepercayaan diri dan konsistensi tinggi, sehingga keputusan tersebut dinilai tepat.

Pergantian pemain River juga mendapat penilaian positif karena dilakukan secara langsung pada posisi yang sama. Beltrán, Meza, dan Ortega masuk menggantikan Driussi, Andrada, dan Acuña.

Bagi Pantich, keputusan tersebut menunjukkan kemampuan membaca situasi pertandingan tanpa mengubah struktur permainan secara berlebihan.

Kemenangan yang lebih penting dari tiga poin

River juga mendapat kontribusi penting dari Tobías Andrada yang dinilai tampil luar biasa.

Namun, benang merah dari seluruh penilaian Pantich bukanlah satu pemain tertentu. Ia melihat kemenangan atas Independiente Rivadavia sebagai tanda bahwa River mulai menemukan kembali identitas yang membuat klub tersebut disegani.

“River punya tim yang sangat bagus, punya skuad untuk menjadi juara,” kata Pantich.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan 3-1 dipandang bukan sebagai hasil yang berdiri sendiri. Cara River membangun serangan, meningkatkan tekanan setelah jeda, memaksimalkan kreativitas Almada dan Correa, serta mengambil keputusan dalam situasi penting menjadi indikator bahwa La Banda mulai menemukan kembali bentuk permainan yang diharapkan pendukungnya.

Jika konsistensi tersebut dapat dipertahankan, kemenangan atas Independiente Rivadavia bisa menjadi lebih dari sekadar tiga poin. Pertandingan itu berpotensi menjadi titik ketika River Plate mulai kembali mengenali dirinya sendiri.

Pos terkait