BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter, Nelayan Waspada!

  • Whatsapp
gelombang tinggi

JAKARTA, BULLETIN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter yang diperkirakan akan melanda sejumlah perairan di Sulawesi Tenggara (Sultra), Jawa Timur (Jatim), serta Teluk Sampit dan Kuala Pembuang mulai 19 hingga 22 Juli 2026. Peringatan ini ditujukan kepada nelayan, pengguna transportasi laut, dan warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim.

Di wilayah Sultra, BMKG secara spesifik mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar waspada terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Labengki, Wawonii, Buton, Baubau, Wakatobi, hingga Laut Banda. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas melaut dan pelayaran rutin, sehingga tindakan antisipasi sangat diperlukan.

Ancaman gelombang tinggi serupa juga berlaku di beberapa perairan Jawa Timur, di mana sejumlah kawasan laut pesisir diperkirakan akan mengalami peningkatan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter. Sementara itu, untuk Teluk Sampit dan Kuala Pembuang, operator kapal kecil dan nelayan juga diingatkan untuk sangat meningkatkan kewaspadaan terhadap perkiraan gelombang dengan kisaran yang sama.

Merespons peringatan ini, BMKG menegaskan bahwa para nelayan, khususnya yang menggunakan kapal kecil, disarankan untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi angin dan gelombang dirasakan tidak aman. Ketinggian gelombang tinggi 2,5 meter dapat menimbulkan risiko serius bagi kapal-kapal berukuran kecil dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Pengguna transportasi laut juga diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan, terutama jika rute pelayaran melewati perairan terbuka yang rawan. Untuk masyarakat pesisir, sangat penting untuk menghindari aktivitas di dekat bibir pantai saat ombak menguat, terutama di area yang telah disebutkan dalam peringatan gelombang tinggi tersebut.

Berita Pilihan :  IMM Palu Desak Tuntaskan Dugaan Mafia Tanah Sigi,

“Peringatan ini bukan sekadar informasi cuaca buruk biasa, melainkan permintaan agar pelaku laut dan masyarakat pesisir lebih berhati-hati,” demikian intisari penjelasan dari BMKG terkait potensi gelombang setinggi 2,5 meter yang cukup berisiko bagi kapal kecil dan seluruh aktivitas maritim.

Pos terkait