GILGIT-BALTISTAN, BULLETIN – Dunia pendakian internasional berduka setelah Nirmal “Nimsdai” Purja meninggal dunia akibat longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Gunung Broad Peak, Gilgit-Baltistan, Pakistan.
Nimsdai Purja dikenal sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah modern. Namanya mendunia setelah berhasil menaklukkan 14 gunung tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian di atas 8.000 meter dalam waktu hanya enam bulan enam hari, sebuah rekor yang mematahkan catatan sebelumnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Tragedi yang menyebabkan Nimsdai Purja meninggal terjadi saat ia bersama sejumlah anggota ekspedisi berada di Broad Peak, gunung setinggi sekitar 8.051 meter. Longsoran salju membuat sejumlah pendaki hilang sebelum akhirnya tim penyelamat menemukan korban.
Kepergian Nimsdai Purja menjadi kehilangan besar bagi komunitas pendaki dunia. Selain dikenal karena prestasi ekstremnya, ia juga dikenang sebagai sosok yang mendorong batas kemampuan manusia dalam menghadapi tantangan alam.
Pihak perusahaan ekspedisi milik Nimsdai, Elite Exped, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sang pendaki.
“Dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal ‘Nimsdai’ Purja meninggal dunia secara tragis setelah longsoran salju di Broad Peak.”
Sebelum menjadi pendaki profesional, Nimsdai Purja memiliki latar belakang militer. Ia pernah bergabung dengan pasukan Gurkha Nepal dan bertugas selama sekitar 10 tahun di unit khusus Inggris, Special Boat Service (SBS). Pengalaman tersebut membentuk disiplin dan mentalnya dalam menghadapi kondisi ekstrem di pegunungan.
Melalui proyek “Project Possible”, Purja membuktikan bahwa batas kemampuan manusia dapat terus diperluas. Prestasinya tersebut kemudian diabadikan melalui film dokumenter Netflix berjudul “14 Peaks: Nothing Is Impossible”, yang memperkenalkan kisah perjuangannya kepada jutaan penonton di dunia.
Bagi dunia pendakian, Nirmal Purja bukan hanya seorang pemegang rekor, tetapi simbol keberanian, ketekunan, dan semangat untuk menaklukkan tantangan yang sebelumnya dianggap mustahil. Kisah Nimsdai Purja terus menginspirasi banyak orang.
“Dia tidak hanya mendaki gunung, tetapi mengubah cara dunia melihat kemungkinan manusia di ketinggian ekstrem,” kata seorang pengamat pendakian dunia.
Kepergian Nimsdai Purja meninggalkan warisan besar dalam dunia olahraga ekstrem dan menjadi pengingat bahwa di balik setiap pencapaian besar, terdapat perjuangan dan risiko yang tidak kecil.






