TEMBILAHAN, BULLETIN – Belasan warga Parit 13 dan Parit 14 Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terluka akibat serangan gerombolan monyet liar. Setidaknya 14 orang menjadi korban luka cakaran dan gigitan, memicu keresahan dan menyoroti akar masalah konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.
Teror serangan monyet di Tembilahan ini menjadi viral setelah rekaman video insiden beredar luas di media sosial. Korban meliputi anak-anak, dewasa, hingga lansia, beberapa di antaranya memerlukan perawatan medis intensif, termasuk jahitan. Fenomena monyet serang warga Tembilahan ini mengubah aktivitas harian penduduk, khususnya anak-anak, yang kini diliputi rasa cemas.
Pengamat konservasi menjelaskan, insiden monyet serang warga Tembilahan umumnya dipicu oleh beberapa faktor. Penyempitan habitat alami monyet, berkurangnya sumber pakan di hutan, serta perubahan lingkungan akibat alih fungsi lahan seringkali memaksa satwa liar mencari makan di permukiman warga. Ini adalah pemicu utama mengapa monyet serang warga Tembilahan semakin sering terjadi.
Selain itu, perilaku masyarakat yang kerap memberi makan satwa liar dapat mengubah naluri alami monyet. Satwa menjadi terbiasa berinteraksi dengan manusia dan berpotensi agresif ketika harapan untuk mendapatkan makanan tidak terpenuhi. Perilaku ini memperparah risiko monyet serang warga Tembilahan.
Faktor lain seperti cuaca ekstrem atau gangguan signifikan terhadap habitat juga dapat meningkatkan mobilitas satwa liar mendekat ke area pemukiman manusia. Konflik monyet serang warga Tembilahan ini membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Warga berharap pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam segera bertindak. Langkah penanganan yang bisa diambil termasuk pemantauan populasi monyet, evakuasi satwa jika diperlukan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai cara berinteraksi aman dengan satwa liar. Insiden monyet serang warga Tembilahan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan konservasi habitat satwa.






