Bukan Sekali, Ini Daftar Gempa Dahsyat yang Pernah Mengguncang Amerika Selatan

  • Whatsapp
Gempa Kolombia
Gempa Kolombia M 7,4. (Foto:X UltimaHoraCR)

PALU, BULLETIN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, kembali mengingatkan dunia akan Amerika Selatan sebagai salah satu kawasan paling aktif secara seismik. Pusat Gempa Kolombia ini berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó, menyebabkan 111 orang tewas dan 87 lainnya terluka, serta merusak sejumlah bangunan.

Peristiwa ini bukan yang pertama bagi Kolombia. Negara di bagian utara Amerika Selatan tersebut memiliki sejarah panjang Gempa Kolombia yang kuat, termasuk gempa besar pada 1906 dan gempa Armenia atau Quindío pada 1999.

Rekam Jejak Gempa Besar Kolombia

Salah satu gempa terbesar yang pernah melanda kawasan Kolombia terjadi pada 31 Januari 1906. Gempa berkekuatan M8,8 tersebut berpusat di lepas pantai Ekuador–Kolombia dan memicu tsunami besar.

Menurut catatan USGS, tsunami akibat Gempa Kolombia 1906 menewaskan sekitar 500 hingga 1.500 orang di wilayah terdampak. Gelombangnya juga teramati hingga kawasan Pasifik, termasuk Hawaii dan Jepang. Kemudian pada 1979, wilayah Tumaco di Kolombia kembali diguncang gempa besar yang disertai tsunami dan likuefaksi.

Pada 1999, gempa berkekuatan sekitar M6,2 mengguncang wilayah Quindío. Bencana tersebut menjadi salah satu Gempa Kolombia paling mematikan dalam sejarah modern, dengan korban jiwa mencapai sekitar 1.200 orang dan kerusakan meluas di kawasan pusat industri kopi.

Kini, Gempa Kolombia M7,4 pada 10 Agustus 2026 menambah daftar panjang sejarah gempa dahsyat di negara tersebut. Gempa ini disebut sebagai salah satu peristiwa seismik terkuat yang melanda Kolombia pada abad ke-21.

Chili, Negeri dengan Gempa Terbesar di Dunia

Jika berbicara tentang gempa terbesar yang pernah tercatat secara instrumental, perhatian mengarah ke Chili. Pada 22 Mei 1960, wilayah Valdivia dilanda gempa berkekuatan M9,5, yang hingga kini tercatat sebagai gempa bumi terbesar yang pernah direkam instrumen. Gempa tersebut memicu tsunami yang menyebar melintasi Samudra Pasifik. Ribuan orang terdampak, sementara tsunami juga menimbulkan korban di Hawaii dan Jepang.

Lima dekade kemudian, pada 2010, Chili kembali diguncang gempa besar berkekuatan M8,8 di wilayah Maule. Gempa tersebut memicu tsunami dan menyebabkan kerusakan luas. Chili juga mengalami gempa besar di Iquique pada 2014 dengan magnitudo 8,2 serta gempa Coquimbo pada 2015 dengan magnitudo 8,3.

Berita Pilihan :  Laris Manis, 128 Ribu Warga Ikut War Ticket HUT RI ke-81

Ekuador dan Peru Juga Memiliki Sejarah Panjang

Ekuador menjadi bagian dari sejarah gempa besar 1906 bersama Kolombia. Gempa M8,8 yang terjadi di lepas pantai kedua negara tersebut memicu tsunami besar di sepanjang pesisir Pasifik.

Pada 2016, Ekuador kembali mengalami gempa besar berkekuatan M7,8 di Pedernales. Gempa tersebut menimbulkan kerusakan parah, terutama di wilayah Manabí dan Esmeraldas. Sementara itu, Peru memiliki catatan bencana yang tidak kalah besar. Pada 1970, gempa berkekuatan sekitar M7,9 di Ancash memicu longsor besar yang menimbun kawasan Yungay. Bencana tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan menjadi salah satu tragedi gempa paling mematikan dalam sejarah modern. Pada 2007, gempa M8,0 di Pisco juga menyebabkan ratusan korban jiwa serta kerusakan besar.

Mengapa Amerika Selatan Rawan Gempa?

Tingginya aktivitas gempa di sepanjang pantai barat Amerika Selatan tidak terlepas dari kondisi tektonik kawasan tersebut. Lempeng Nazca bergerak dan menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Proses subduksi inilah yang menjadi salah satu sumber utama gempa besar di sepanjang kawasan Andes.

Zona subduksi juga memungkinkan terjadinya gempa dengan magnitudo sangat besar yang dapat memicu tsunami apabila pusat gempa berada di bawah laut dan menyebabkan perubahan dasar laut secara signifikan. Gempa Chili 1960 menjadi contoh ekstrem. USGS mencatat gempa M9,5 tersebut terjadi di zona tempat lempeng samudra menunjam ke bawah benua Amerika Selatan.

Namun, tidak semua gempa besar di kawasan tersebut menghasilkan tsunami. Kedalaman dan lokasi sumber gempa menjadi faktor penting. Gempa Kolombia pada 10 Agustus 2026, misalnya, terjadi pada kedalaman lebih dari 100 kilometer. Meski magnitudonya mencapai 7,4, kedalaman tersebut berbeda karakter dengan gempa megathrust dangkal di zona subduksi lepas pantai yang berpotensi menghasilkan tsunami besar.

Rangkaian sejarah tersebut menunjukkan bahwa Amerika Selatan, khususnya kawasan Andes dan pesisir Pasifik, merupakan salah satu laboratorium alam terbesar untuk memahami gempa bumi. Dari gempa M9,5 di Valdivia hingga Gempa Kolombia M7,4 pada 2026, kawasan ini terus mengingatkan bahwa kekuatan alam di sepanjang batas lempeng Amerika Selatan dapat menghasilkan bencana dengan dampak yang sangat luas.

Pos terkait