VIENTIANE, BULLETIN – Federasi Sepak Bola Laos (Lao Football Federation/LFF) telah menyerahkan laporan dugaan praktik pengaturan pertandingan atau match fixing yang melibatkan tim nasional Laos pada ajang Piala AFF 2026 kepada aparat penegak hukum di Laos untuk diselidiki lebih lanjut.
Laporan dugaan match fixing Piala AFF 2026 ini disampaikan kepada pihak kepolisian di bawah Kementerian Keamanan Publik dan Penegakan Hukum Laos. Langkah ini diambil oleh LFF sebagai upaya menjaga integritas sepak bola di negara tersebut.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait identitas spesifik pemain atau ofisial yang diduga terlibat dalam dugaan match fixing Piala AFF 2026 ini. LFF juga belum mengungkap pertandingan tertentu yang menjadi objek kecurigaan.
Oleh karena itu, dugaan praktik match fixing Piala AFF 2026 ini masih dalam tahap penyelidikan awal dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana pengaturan pertandingan.
Langkah tegas LFF ini menjadi perhatian penting mengingat komitmen federasi untuk mencegah korupsi dan manipulasi pertandingan. Federasi telah secara aktif menjalankan program edukasi antimanipulasi dan membangun kanal pelaporan untuk kasus-kasus seperti match fixing.
Kasus ini juga menyoroti sejarah Laos yang pernah terlibat dalam skandal match fixing. Pada 2017, AFC menjatuhkan hukuman larangan seumur hidup kepada sejumlah pemain dan ofisial Laos karena manipulasi pertandingan.
Dengan laporan terbaru mengenai match fixing Piala AFF 2026, penyelidikan aparat Laos akan menjadi kunci untuk menentukan apakah manipulasi pertandingan benar-benar terjadi dan siapa saja yang mungkin terlibat.
Sampai proses hukum menghasilkan temuan resmi, semua pihak yang disebut atau diduga terlibat dalam match fixing Piala AFF 2026 harus dipandang tidak bersalah, sesuai dengan asas praduga tak bersalah.






