Leicester City Dikabarkan Dijual, Harganya Bisa di Bawah Rp3,6 Triliun

  • Whatsapp
King Power Jual Leicester City
Leicester City (Foto :Captured )

LEICESTER, BULLETIN – Masa depan Leicester City memasuki babak baru setelah pemilik klub, King Power, dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan menjual klub yang pernah secara mengejutkan menjuarai Premier League 2015/2016. Wacana King Power Jual Leicester City mencuat di tengah keterpurukan klub yang kini berlaga di kasta ketiga sepak bola Inggris, League One.

Menurut laporan yang dikutip Reuters dari BBC, King Power telah membuka peluang penjualan Leicester dengan nilai lebih dari US$200 juta. Beberapa sumber menyebut valuasi yang sempat dibidik berada di kisaran US$300 juta, namun kondisi klub yang terus merosot diyakini membuat harga transaksi berpotensi lebih rendah.

King Power, di bawah kepemilikan keluarga Srivaddhanaprabha, telah memiliki Leicester sejak tahun 2010. Di era mereka, Leicester City mengalami peningkatan drastis, dari tim Championship hingga mencapai puncak kejayaan dengan menjuarai Premier League. Namun, kejayaan tersebut kini berbanding terbalik dengan kondisi klub saat ini.

Leicester saat ini berada di League One, kasta ketiga sepak bola Inggris, setelah mengalami dua kali degradasi dalam beberapa musim terakhir. Klub juga menghadapi persoalan finansial serius dan sanksi akibat pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules. Situasi ini menjadi salah satu pemicu kuat untuk wacana King Power Jual Leicester City.

Pada 8 April 2026, pengurangan enam poin terhadap Leicester dipertahankan setelah banding klub ditolak, terkait pelanggaran aturan finansial untuk periode yang berakhir pada musim 2023/2024. Tekanan finansial ini semakin mendesak King Power untuk mempertimbangkan opsi penjualan.

Tekanan finansial juga terlihat dari laporan keuangan klub yang mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £71,1 juta untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025. Meskipun pendapatan meningkat menjadi £186,5 juta setelah kembali tampil di Premier League, besarnya biaya kompetisi membuat klub tetap mencatat kerugian signifikan. Kondisi finansial ini menjadi alasan utama mengapa King Power Jual Leicester City menjadi pertimbangan serius.

Berita Pilihan :  Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir: IWL 2026/2027 Dimulai 17 Oktober

Di tengah situasi tersebut, King Power dilaporkan telah menggunakan jasa bank investasi Citigroup untuk menjajaki calon pembeli. Ini menandakan bahwa wacana penjualan bukan lagi sekadar rumor, melainkan telah memasuki tahap penjajakan pasar yang lebih konkret. Proses ini akan menentukan apakah King Power Jual Leicester City akan benar-benar terealisasi.

Namun, belum ada kepastian bahwa transaksi akan benar-benar terjadi, karena Leicester maupun King Power belum memberikan konfirmasi resmi mengenai proses penjualan tersebut. Berbagai pihak masih menantikan pengumuman resmi terkait masa depan kepemilikan klub berjuluk The Foxes ini.

Jika penjualan terealisasi, perubahan kepemilikan akan menjadi titik balik besar bagi Leicester City. Klub yang pernah mengangkat trofi Premier League secara mengejutkan satu dekade lalu kini harus mencari jalan keluar dari krisis olahraga dan finansial di kasta ketiga. Pilihan ada di tangan King Power: mempertahankan era mereka atau membuka lembaran baru bersama pemilik baru.

Pos terkait