GIANYAR, BULLETIN – Pemanasan pemain Persib Bandung terganggu akibat lemparan flare di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, saat laga melawan Bali United pada Selasa, 18 Agustus 2026. Insiden ini terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-59, menimbulkan pertanyaan serius mengenai aspek keamanan dalam pertandingan sepak bola.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah pemain Persib sedang melakukan pemanasan di area dekat tribun utara stadion. Tribun tersebut mendadak dipenuhi nyala flare dan kembang api, yang kemudian beberapa di antaranya terlihat dilemparkan ke arah lapangan, tepatnya di sekitar area pemain Persib.
Kejadian flare di Stadion Kapten Dipta ini menjadi perhatian karena jarak pemain yang cukup dekat dengan tribun. Lemparan benda menyala ke lapangan berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, dan pihak lain yang berada di lokasi. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai adanya cedera akibat insiden tersebut.
Penyebab dan pelaku pelemparan flare di Stadion Kapten Dipta masih belum diketahui secara pasti. Rekaman video di media sosial belum bisa memberikan konfirmasi independen mengenai kronologi lengkap atau identitas pihak yang bertanggung jawab. Konfirmasi resmi dari pihak terkait masih sangat diperlukan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Insiden flare di Stadion Kapten Dipta ini menambah daftar sorotan terhadap isu keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia. Penggunaan flare dan kembang api, apalagi jika dilemparkan ke arah lapangan, dapat menciptakan risiko keselamatan yang serius bagi semua yang terlibat dalam pertandingan. Pihak penyelenggara dan otoritas terkait diharapkan segera memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pertandingan.






