99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, Hanya Satu di Manggarai Belum

  • Whatsapp
BTS terdampak gempa NTT
ILUSTRASI

JAKARTA, BULLETIN – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 18/08/2026, sebanyak 99,9 persen dari 812 site atau Base Transceiver Station (BTS) terdampak gempa NTT telah berhasil dipulihkan dan kembali mendukung konektivitas masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, dari ratusan BTS yang terdampak, kini hanya tersisa satu site yang masih dalam proses perbaikan. Pemulihan BTS terdampak gempa NTT ini merupakan prioritas pemerintah untuk memastikan komunikasi tetap berjalan lancar.

“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99.9% site/BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Meutya Hafid.

Komdigi mencatat, sebanyak 812 site/BTS tersebut terdampak gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu, 15/08/2026. Infrastruktur telekomunikasi itu tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Pemulihan BTS terdampak gempa NTT ini melibatkan berbagai pihak terkait.

Meutya menjelaskan, satu-satunya BTS terdampak gempa NTT yang masih dalam proses pemulihan berada di Kabupaten Manggarai. Sementara BTS terdampak di delapan daerah lainnya telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat.

“Hanya tinggal 1 site/BTS yang saat ini masih proses perbaikan yakni site yang berada di Manggarai. Sementara seluruh site/BTS terdampak di 8 daerah lain sudah pulih sepenuhnya,” jelas Meutya Hafid.

Pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa. Ketersediaan jaringan dibutuhkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi kebencanaan, serta mendukung aktivitas pelayanan dan perekonomian. Komdigi memastikan proses perbaikan terhadap infrastruktur yang masih terdampak terus dipercepat hingga seluruh jaringan kembali normal, termasuk BTS terdampak gempa NTT.

Gempa yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap sejumlah infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Gangguan pada BTS berpotensi menghambat komunikasi warga di wilayah terdampak, terutama ketika kebutuhan informasi dan koordinasi penanganan bencana meningkat. Percepatan pemulihan jaringan, khususnya BTS terdampak gempa NTT, menjadi salah satu langkah penting pemerintah.

Berita Pilihan :  Hoaks! Beredar Tautan Hadiah Pulsa dan Kuota Gratis HUT RI

Meutya Hafid juga mengajak masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan dan solidaritas kepada warga yang terdampak bencana di NTT. Solidaritas ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami dampak dari gempa.

“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT,” ujar Meutya Hafid.

Dengan tinggal satu BTS yang masih diperbaiki, Komdigi kini menargetkan seluruh infrastruktur telekomunikasi terdampak dapat kembali beroperasi sehingga konektivitas masyarakat di NTT pulih sepenuhnya. Keberhasilan pemulihan sebagian besar BTS terdampak gempa NTT ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga komunikasi warga.

Pos terkait