Kodam Palaka Wira Saring Ketat 169 Calon Bintara, Pastikan Prajurit TNI AD Berkualitas

  • Whatsapp
Kodam XXIII/Palaka Wira
Kodam Palaka Wira Saring Ketat 169 Calon Bintara, Pastikan Prajurit TNI AD Berkualitas. (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN – Sebanyak 169 calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 mengikuti tahapan akhir seleksi di tingkat Kodam XXIII/Palaka Wira. Tahap penentuan ini krusial untuk memastikan hanya calon prajurit terbaik yang lolos, guna menghadapi tuntutan tugas TNI AD di masa depan. Proses seleksi ketat ini menunjukkan komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mendapatkan sumber daya manusia yang unggul.

Sidang Pantukhir tingkat Sub Panpus Kodam XXIII/Palaka Wira dilaksanakan di Aula Nanggala Yudha Mako Yonif 711/Raksatama, Jalan Emi Saelan, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Senin, 24/08/2026. Acara penting ini dipimpin langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar. Sidang Pantukhir menjadi tahapan vital sebelum peserta dinyatakan layak melanjutkan ke pendidikan militer, menandai pentingnya peran Kodam XXIII/Palaka Wira dalam proses ini.

Dari total 169 peserta seleksi, 85 orang tergabung dalam Kelompok 1, dan 84 orang lainnya berada di Kelompok 2. Penilaian tidak hanya didasarkan pada satu jenis tes, melainkan serangkaian pemeriksaan komprehensif. Pemeriksaan tersebut meliputi administrasi, kesehatan, kemampuan jasmani, psikologi, hingga penelitian personel atau Litpers, menunjukkan standar tinggi yang diterapkan oleh Kodam XXIII/Palaka Wira.

Pendekatan seleksi yang menyeluruh ini menegaskan bahwa TNI AD membutuhkan prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan memadai, kesiapan mental, karakter, dan integritas sesuai tuntutan profesi militer. Hal ini mencerminkan fokus Kodam XXIII/Palaka Wira pada kualitas calon prajurit.

“Pentingnya menjaga proses seleksi agar tetap ketat dan objektif,” kata Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, Pangdam XXIII/Palaka Wira, dalam sidang tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan pada tahap akhir akan menentukan siapa saja yang berhak melanjutkan perjalanan menjadi prajurit TNI AD. Seleksi dilakukan dengan mengedepankan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, prinsip yang dipegang teguh oleh Kodam XXIII/Palaka Wira.

Berita Pilihan :  Palu Raih Dua Penghargaan Bergengsi Hari Pengayoman Ke-81 Kemenkumham RI

Kehadiran sejumlah unsur pemeriksa dalam sidang Pantukhir ini menunjukkan bahwa keputusan tidak hanya bertumpu pada satu aspek penilaian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Kolonel Kav Adang Sumpena,  Pawas Kolonel Inf Dodik Novianto  Sekretaris I/Aspers Kasdam XXIII/Palaka Wira Kolonel Arm Doddy Suhadiman,  serta Sekretaris II Letkol Arh Anggit Ferdian Ristianto, Keterlibatan berbagai unsur ini memastikan setiap keputusan memiliki dasar penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan di bawah pengawasan Kodam XXIII/Palaka Wira.

Menjadi prajurit TNI AD menuntut kesiapan yang lebih kompleks dari sekadar kemampuan fisik; mereka dituntut mampu bertugas dalam situasi tekanan, disiplin, serta memiliki integritas dan tanggung jawab tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan psikologi dan Litpers memiliki posisi penting dalam rangkaian seleksi. Kedua aspek ini melengkapi penilaian fisik dan kesehatan, sehingga calon yang terpilih oleh Kodam XXIII/Palaka Wira diharapkan memiliki kesiapan secara menyeluruh.

Bagi 169 peserta, tahapan ini merupakan ujian atas seluruh proses yang telah mereka jalani sejak awal seleksi. Hasil pemeriksaan dari berbagai bidang akan menjadi bahan pertimbangan sebelum nama-nama calon ditetapkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, menunjukkan bahwa setiap keputusan diambil dengan sangat hati-hati oleh Kodam XXIII/Palaka Wira.

Meski sidang Pantukhir telah dilaksanakan, proses belum sepenuhnya berakhir. Hasil sidang masih akan melalui verifikasi oleh Staf Personel TNI AD sebelum pengumuman kelulusan. Peserta yang dinyatakan lulus nantinya berhak mengikuti pendidikan sebagai bagian dari proses pembentukan menjadi prajurit TNI AD.

Bagi Kodam XXIII/Palaka Wira, proses ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan personel, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi bagian dari institusi pertahanan negara. Oleh karena itu, prinsip bersih, transparan, dan profesional menjadi fondasi dalam setiap tahapan, demi menghasilkan prajurit yang memenuhi standar kemampuan, integritas, mental, dan karakter yang dibutuhkan TNI AD.

Pos terkait