Dari Huntap Talise, Selvi Gibran Dorong Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga

  • Whatsapp
Dari Huntap Talise, Selvi Gibran Dorong Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga. (Foto:Jufri)

PALU, BULLETIN.ID – Persoalan sampah di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu, tidak hanya menyangkut kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah dari tingkat keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun hunian yang sehat, tangguh, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka saat istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Selvi Gibran Rakabuming, menyapa langsung masyarakat dalam kegiatan sosialisasi “Hunian Tangguh: Berbagi, Belajar, dan Beraksi untuk Lingkungan” di kawasan Huntap Talise, Rabu (2/9/2026).

Kedatangan Selvi disambut Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin. Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan, serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut membawa pesan bahwa ketangguhan sebuah hunian tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang kokoh, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah persoalan sampah. Selvi menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan kebiasaan paling sederhana di tingkat keluarga.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk budaya baru dalam memperlakukan sampah, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga memilah sampah berdasarkan jenisnya.

“Harapannya, sampah tidak menjadi sumber masalah. Ke depan, kita bisa mengelola sampah dengan lebih baik lagi dan memberikan nilai. Hal tersebut harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” ungkap Selvi.

Pemilahan sejak dari rumah menjadi langkah penting karena memungkinkan sampah dikelola berdasarkan karakteristiknya. Sampah yang selama ini dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, dapat diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui berbagai proses pengolahan.

Berita Pilihan :  Harga Emas 1 Gram 30 Agustus 2026: Tembus Rp2,67 Juta, Berikut Rinciannya

Di titik inilah persoalan lingkungan beririsan dengan aspek ekonomi. Sampah yang dipilah dengan baik berpotensi diolah menjadi produk bernilai guna maupun bernilai jual, sehingga pengelolaan lingkungan tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga dapat membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selvi mendorong kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Huntap Talise. Menurutnya, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar, tetapi dapat tumbuh dari kebiasaan setiap keluarga.

Ajakan tersebut menjadi relevan bagi kawasan Huntap Talise yang merupakan bagian dari upaya penataan kembali kehidupan masyarakat pascabencana. Hunian yang tangguh tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang memiliki kesadaran untuk merawat ruang hidup bersama.

Karena itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi kunci. Ketika pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah, pengelolaan pada tingkat lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan potensi pemanfaatannya menjadi lebih besar.

Bagi Pemerintah Kota Palu, kehadiran Selvi Gibran di Huntap Talise sekaligus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperkuat budaya menjaga lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan setelah masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, konsep Hunian Tangguh tidak hanya berbicara mengenai rumah yang aman, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Dari lingkungan terkecil bernama keluarga, perubahan itu diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama—mengubah sampah dari sumber persoalan menjadi sumber manfaat bagi lingkungan sekaligus peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Pos terkait