FC Seoul Dekati Gelar K League 1, Incheon Jadi Ujian Sebelum Asian Games

  • Whatsapp
FC Seoul K League 1
FC Seoul Dekati Gelar K League 1, Incheon Jadi Ujian Sebelum Asian Games

SEOUL, BULLETIN – FC Seoul semakin mendekati gelar juara K League 1 2026. Namun, langkah menuju trofi belum sepenuhnya aman. Incheon United akan menjadi ujian berikutnya ketika kedua tim bertemu pada pekan ke-27 di Seoul World Cup Stadium, Sabtu (05/09/2026) pukul 19.00 waktu setempat.

FC Seoul K League 1 datang dengan modal performa luar biasa. Dari 26 pertandingan, Seoul mengoleksi 17 kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya empat kekalahan. Dengan 56 poin, mereka kokoh di puncak klasemen dan unggul 14 poin atas Ulsan HD di posisi kedua. Konsistensi ini membuat FC Seoul K League 1 mulai membidik gelar liga pertama sejak 2016, mengakhiri penantian hampir satu dekade.

Namun, pelatih FC Seoul, Kim Ki-dong, tidak ingin timnya terlena dengan posisi di klasemen. Incheon United bukan lawan yang bisa diremehkan. Pelatih Incheon, Yoon Jeong-hwan, bahkan mengakui momentum Seoul sedang sangat kuat. Menurutnya, siapa pun pemain yang diturunkan Seoul mampu berkontribusi untuk menciptakan gol dan kemenangan.

Yoon bahkan menyebut Seoul sebagai kandidat juara musim ini. Pernyataan tersebut disambut senyum Kim Ki-dong. Alih-alih larut dalam pujian, sang pelatih memilih menjadikannya motivasi untuk bekerja lebih keras.

“Saya akan bekerja lebih keras,” kata Kim dilanir dari situs resmi korea mk.co.k.

Kewaspadaan Kim bukan tanpa alasan. Incheon memiliki penyerang berbahaya seperti Stefan Mugoša, yang dinilai mampu mengubah satu peluang menjadi gol. Ancaman lain datang dari Gerso Fernandes, yang diperkirakan dapat memberikan kecepatan ketika masuk sebagai pemain pengganti. Oleh karena itu, Kim meminta para pemainnya tidak memberikan ruang sedikit pun kepada lawan.

“Ketika menghadapi Incheon, kami tidak boleh menunjukkan celah. Kami harus fokus sampai akhir agar bisa membawa tiga poin di hadapan para pendukung,” ujar Kim.

Pertandingan melawan Incheon juga memiliki arti khusus bagi FC Seoul K League 1. Setelah laga, sejumlah pemain akan bergabung dengan tim untuk menghadapi agenda Asian Games di Jepang. Situasi tersebut membuat Kim Ki-dong harus mulai memikirkan komposisi tim setelah kehilangan beberapa pemain. Ini menjadi tantangan serius bagi FC Seoul K League 1 dalam mempertahankan momentum.

Berita Pilihan :  Dortmund Menang 5-0, HEBC Tetap Cetak Sejarah di DFB-Pokal

“Para pemain yang mengikuti Asian Games akan menuju Jepang setelah pertandingan melawan Incheon. Memang ada penyesalan karena skuad kami tidak terlalu tebal, tetapi kami harus menemukan alternatif yang tepat,” kata Kim.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Park Sung-hoon, yang juga akan bergabung dengan tim Asian Games setelah pertandingan. Kim berharap Park mampu menutup laga terakhirnya bersama Seoul sebelum keberangkatan dengan performa maksimal.

“Saya mengatakan kepadanya, ‘Bukankah kamu harus bergabung dengan meningkatkan kemampuanmu semaksimal mungkin?’ Saya menaruh harapan kepadanya,” ujar Kim.

Di lini belakang, Seoul diperkirakan mengandalkan kombinasi Park Sung-hoon dan Ross, sementara Kim Jin-soo serta Choi Jun mengisi posisi bek sayap. Koo Sung-yoon dipercaya menjaga gawang. Di lini depan, Klimala dan Son Jung-beom menjadi duet penyerang dalam formasi 4-4-2. Babets dan Lee Seung-mo mengisi lini tengah, dengan Andersson dan Jung Seung-won beroperasi di sisi sayap. Ada satu persoalan lain yang harus diperhitungkan Seoul: Yazan harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Kondisi tersebut membuat pertandingan melawan Incheon bukan hanya soal mempertahankan jarak di puncak klasemen. FC Seoul K League 1 juga harus memastikan fondasi tim tetap kuat sebelum memasuki fase ketika sejumlah pemainnya harus membela negara di Asian Games. Dengan keunggulan 14 poin, Seoul memang berada dalam posisi nyaman. Tetapi bagi Kim Ki-dong, gelar juara belum boleh dirayakan sebelum benar-benar diamankan.

Laga melawan Incheon menjadi kesempatan bagi FC Seoul K League 1 untuk kembali meraih tiga poin sekaligus menjaga momentum menuju target yang sudah lama dinantikan: membawa kembali trofi K League 1 ke Seoul untuk pertama kalinya sejak 2016.

Pos terkait